Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis 15 Oktober 2026.
Adapun Rupiah turun 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.948 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan terhadap dolar AS
"Rupiah diperkirakan dibuka melemah terhadap dolar AS," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Kamis 15 Oktober 2026.
Baca Juga: Rupiah Rabu Pagi Dibuka Melemah ke Rp17.918 per Dolar AS
Lanjut kata Lukman, hal tersebut seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Menurut Lukman, pelemahan rupiah dipicu data inflasi konsumen AS yang meningkat lebih tinggi dari perkiraan.
Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi atau mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat.
"Setelah data menunjukkan kenaikan pada inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kenaikan pada ekspektasi suku bunga the Fed," lanjutnya.
Baca Juga: Rupiah Selasa Dibuka Melemah ke Rp17.939 per Dolar AS
Selain itu, pelaku pasar masih menantikan rilis data inflasi produsen AS yang dijadwalkan keluar pada Kamis malam waktu Indonesia.
"Investor juga masih mengantisipasi data inflasi produsen AS malam ini," jelas Lukman.
Nilai tukar rupiah pada hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww) (Antara)