Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis 8 Oktober 2026.
Adapun rupiah naik 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp17.871 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan dolar AS setelah investor mencermati risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
"Rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi pascarisalah pertemuan FOMC," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Kamis 8 Oktober 1026.
Baca Juga: Rupiah Rabu Pagi Menguat ke Rp17.866 per Dolar AS, Investor Tunggu Data Cadev RI
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.911 per Dolar AS
Menurutnya, risalah tersebut masih menunjukkan sikap hawkish dari bank sentral AS. Namun, tidak terdapat kejutan baru sehingga hasilnya masih sesuai dengan ekspektasi pasar.
Selain itu, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk data kepercayaan konsumen yang akan dirilis pada Kamis siang.
"Investor menantikan data kepercayaan konsumen siang ini," lanjutnya.
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Arsip - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). (Antara)