Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis 1 Oktober 2026.
Adapun rupiah melemah 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.915 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, penguatan dolar AS dipengaruhi oleh kenaikan kembali imbal hasil obligasi setelah revisi data Produk Domestik Bruto (PDB) AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi yang kembali naik setelah revisi data PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Kamis 1 Oktober 2026.
Baca Juga: Rupiah Bangkit, Menguat ke Level Rp17.925 per Dolar AS
Baca Juga: Rupiah Selasa Dibuka Melemah Nyaris Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
Arsip - Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jakarta. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa utang luar negeri (ULN) pada triwulan IV 2024 menurun menjadi sebesa (Antara)
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi yang akan dirilis pada Kamis ini. Salah satunya adalah data inflasi dan perdagangan Indonesia.
"Dari domestik, investor juga mewaspadai rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia siang ini," ungkapnya.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist