Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi bisa menembus Rp18.000 pada perdagangan pekan depan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pekan depan akan berada dalam rentang Rp17.800 hingga Rp18.100 per dolar AS.
Ibrahim mengatakan rupiah berpotensi mengalami tekanan pada awal pekan.
Untuk perdagangan Senin 28 September 2026, rupiah diperkirakan bergerak dengan kecenderungan melemah dan berada di kisaran Rp17.900-Rp17.950 per dolar AS.
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.900-Rp17.950," ucap Ibrahim dalam kajiannya dikutip, Minggu 27 September 2026.
Baca juga: Rupiah Makin Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa
Baca juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah Dekat Rp18 Ribu per Dolar AS
"Sedangkan untuk perdagangan pekan depan di range Rp17.800-Rp18.100," lanjutnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat 25 September 2026 rupiah ditutup menguat 13 poin sebelumnya sempat melemah 30 poin dilevel Rp17.903 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.916.
Ibrahim menilai rupiah masih menghadapi sejumlah faktor yang dapat memberikan tekanan terhadap pergerakannya.
Menurutnya terdapat setidaknya tiga faktor utama yang menjadi perhatian pasar diantaranya perkembangan geopolitik global. Kedua, dinamika kebijakan politik di Amerika Serikat. Ketiga, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
Arsip - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). (Antara)