Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Jumat 18 September 2026.
Adapun rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp17.743 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS.
Menurut Lukman, penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah dunia.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Jumat 18 September 2026.
Baca juga: Rupiah Kamis Dibuka Melemah ke Rp17.739 per Dolar As
Baca juga: Rupiah pada Pembukaan Rabu Melemah ke Rp17.730 per Dolar AS
Lukman menyebut hal tersebut menyusul harapan bahwa Arab Saudi akan memulihkan sekitar setengah dari pasokan minyak yang terdampak dalam beberapa hari ke depan.
Perkembangan di pasar minyak tersebut turut memberikan tekanan terhadap indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
"Perkembangan tersebut turut menekan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS," lanjutnya.
Niliai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan Jumat ini.
Pegawai menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (Antara)