Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Jumat 11 September 2026.
Adapun rupiah turun 38 poin atau 0,22 persen ke level Rp17.585 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan hari ini.
Menurutnya penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan rupiah. Kondisi tersebut diperkuat oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS yang membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor.
Baca juga: Rupiah Kamis Pagi Dibuka di Level Rp17.512 per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Rabu Pagi Menguat ke Rp17.577 per Dolar AS
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Jumat 11 September 2026.
Di sisi lain, harga minyak dunia yang meningkat turut menjadi perhatian pasar. Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi dapat berlangsung lebih lama.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.500 hingga Rp17.650 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist