Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 10:54
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye) Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 8 September 2026. 

Adapun rupiah turun 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.645 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah hari ini cenderung berkonsolidasi terhadap dolar AS.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS di tengah absennya data ekonomi penting baik dari internal maupun eksternal hari ini," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Selasa 8 September 2026.

Ia mengatakan, rupiah sebenarnya berpeluang mendapatkan dukungan dari pergerakan indeks dolar AS yang tengah terkoreksi.

Baca juga: Rupiah Awal Pekan Bergerak Melemah ke Level Rp17.646 per Dolar AS

Baca juga: Rupiah Pekan Depan Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp17.550-Rp17.850 per Dolar AS

Namun, penguatan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor yang dapat menahan penguatan rupiah. 

"Rupiah mungkin didukung oleh indeks dolar yang terpantau terkoreksi, namun harga minyak mentah dunia yang masih naik oleh eskalasi di Timur Tengah membebani," lanjutnya.

Diperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

x|close