Pemerintah Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung untuk Bantu Peternak UMKM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 11:52
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memutuskan menambah alokasi program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung sebanyak 150 ribu ton. Tambahan pasokan tersebut ditujukan untuk membantu peternak unggas skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama saat memasuki musim paceklik.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pasokan tambahan itu akan berasal dari stok jagung yang dimiliki Perum Bulog. Penyalurannya secara khusus diperuntukkan bagi peternak menengah ke bawah dan tidak ditujukan kepada perusahaan atau industri berskala besar.

"Bulog punya jagung, kita minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk menyuplai peternak-peternak yang UMKM, bukan yang pabrik besar," kata Zulkifli Hasan yang biasa disapa Zulhas itu terkonfirmasi di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan). Pemerintah mengambil langkah itu untuk menjaga kestabilan harga jagung ketika musim paceklik berpotensi menekan produksi akibat periode kering yang berlangsung cukup panjang.

Baca JugaRespons Kejagung soal 4 Jaksa dalam BAP Tan Kian

Zulhas menjelaskan kondisi kemarau dapat memengaruhi hasil panen jagung. Ketika produksi mengalami penurunan, jumlah pasokan di pasar ikut berkurang sehingga terdapat risiko kenaikan harga karena keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan berubah.

"Agar harga (pakan jagung), karena ini musim paceklik. Jagung juga kering. Orang tanam jagung juga kan kering, produksinya pasti turun sekali bahkan mungkin tidak ada, turun," katanya.

Dengan adanya program SPHP jagung, pemerintah berupaya memastikan peternak unggas dengan skala usaha kecil tetap dapat memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak selama pasokan jagung mengalami tekanan.

Pemerintah juga akan mengandalkan stok jagung yang tersedia di Bulog untuk menjalankan kebijakan stabilisasi tersebut. Zulhas mengatakan langkah itu ditujukan agar dukungan dapat diberikan kepada peternak yang membutuhkan, khususnya kelompok usaha menengah ke bawah.

Baca JugaFebrie Adriansyah Dicecar 50 Pertanyaan dalam Pemeriksaan Kejagung

"Nah, kalau itu pasti harga (jagung pakan) akan mulai naik, kan? Karena supply and demand. Nah, oleh karena itu jagung ini Bulog punya stok itu kita kasih SPHP untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah, bukan yang pabrik-pabrik yang besar," kata Zulhas.

(Sumber: Antara)

x|close