Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026.
Adapun Rupiah turun 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp18.140 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.135 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih diwarnai ketidakpastian.
Lukman mengatakan, laporan mengenai potensi serangan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.
"Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di tengah laporan beragam dari Timur Tengah, mulai dari potensi serangan AS terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan hingga upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Selasa 27 Oktober 2026.
Baca juga: MU Keok, Rupiah Ikutan Keok
Baca juga: Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.200 dalam Sepekan
Selain itu, arus keluar dana asing dari pasar saham domestik turut menjadi sentimen yang membebani pergerakan rupiah.
"Arus keluar dana asing di pasar saham domestik juga masih menjadi faktor yang membebani rupiah," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah diproyeksi akan bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Arsip - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). (Antara)