Ntvnews.id, Jakarta - Upaya memperkuat sistem pertahanan berbasis teknologi terus didorong melalui kolaborasi antar lembaga. Dalam konteks ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melalui Staf Komunikasi dan Elektronika (Skomlekal) melakukan kunjungan ke kantor BAKTI Komdigi untuk membahas penguatan jaringan komunikasi, baik di darat maupun di wilayah laut Indonesia.
Pertemuan tersebut menyoroti semakin pentingnya sistem komunikasi dan jaringan berbasis elektromagnetik di tengah tantangan peperangan modern yang kian kompleks. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Electronic Warfare Center TNI AL sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan, khususnya dalam menghadapi ancaman berbasis teknologi dan sistem radar.
Selain aspek pertahanan, diskusi juga mencakup kebutuhan konektivitas operasional di laut. Hal ini meliputi dukungan jaringan internet untuk kapal-kapal militer hingga pusat komando di darat.
Kebutuhan bandwidth yang terukur menjadi perhatian, mulai dari penggunaan VSAT di kapal hingga kapasitas besar untuk mendukung sistem kendali. Kolaborasi ini diarahkan agar komunikasi dapat berjalan cepat, aman, dan efisien, baik dalam situasi normal maupun kondisi strategis.
Baca Juga: MBG Jangkau 27 Ribu SPPG, Serapan Anggaran Capai Rp60 Triliun
Dalam kesempatan tersebut, BAKTI memaparkan kapabilitas infrastruktur digital yang dimiliki, termasuk pemanfaatan SATRIA-1. Satelit berteknologi GEO ini memiliki kapasitas besar dan saat ini telah melayani puluhan ribu titik akses di berbagai wilayah Indonesia.
Ke depan, penguatan jaringan juga akan dilakukan melalui integrasi teknologi satelit GEO, MEO, dan LEO untuk meningkatkan kecepatan serta keandalan transmisi data, terutama bagi kebutuhan strategis nasional.
Sinergi antara TNI AL dan BAKTI ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan dan pengawasan wilayah laut, tetapi juga mendorong pemerataan konektivitas digital hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dengan langkah tersebut, pembangunan ekosistem digital nasional yang tangguh dinilai semakin mendukung upaya menjaga kedaulatan sekaligus memperluas akses komunikasi di seluruh Indonesia.
TNI AL dan Bakti Kominfo (Instagram)