TNI AL Andalkan Drone dan KSOT untuk Efisiensi BBM, Siapkan B50 bagi Kapal Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 12:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyapa wartawan saat tiba untuk mengikuti rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Dalam rapat yang digelar tertutup tersebut Presiden Prabowo Subianto akan memberikan arahan langsung kepada peserta Rapim. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./wsj Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyapa wartawan saat tiba untuk mengikuti rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Dalam rapat yang digelar tertutup tersebut Presiden Prabowo Subianto akan memberikan arahan langsung kepada peserta Rapim. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./wsj (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Muhammad Ali, menyatakan pihaknya akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi seperti drone dan kapal selam otonomus (KSOT) dalam patroli laut.

Langkah ini diambil untuk tetap mendukung tugas kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang selama ini menjadi tulang punggung pengamanan wilayah perairan nasional.

"Ke depan, kita akan mengedepankan juga penggunaan drone karena sangat efektif dan sangat efisien ya. Bahkan, nanti ke depan seperti KSOT (kapal selam otonomus) yang kalian mungkin tahu juga, itu juga akan kita gunakan untuk di bawah air," kata Ali dalam jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Menurut Ali, TNI AL mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan konsumsi BBM, namun tetap memastikan operasional pertahanan laut tidak terganggu. Oleh karena itu, pemanfaatan alat utama sistem senjata (alutsista) berbasis tenaga listrik seperti drone dan KSOT akan dioptimalkan untuk menjaga keamanan laut Indonesia.

Baca Juga: B50 Berlaku 1 Juli 2026, Negara Bisa Hemat Subsidi hingga Rp48 Triliun

Selain inovasi teknologi, TNI AL juga berencana menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk kapal perang.

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," terang Ali.

B50 merupakan bahan bakar nabati dengan komposisi 50 persen solar dan 50 persen minyak kelapa sawit (CPO). Penggunaan bahan bakar ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis minyak mentah sekaligus mendukung operasional kapal dengan mobilitas tinggi, termasuk patroli, distribusi logistik, hingga pengiriman pasukan.

Ali menambahkan bahwa penerapan B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. Saat ini, sebagian kapal patroli masih menggunakan bahan bakar B35.

Baca Juga: TNI AL Siapkan Penggunaan B50 untuk Kapal Patroli Demi Efisiensi BBM

"Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.

Meski dilakukan efisiensi bahan bakar, Ali memastikan intensitas patroli laut tidak akan berkurang. Upaya ini justru diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi sekaligus memperkuat kemandirian energi di lingkungan TNI AL.

(Sumber: Antara)

x|close