Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Muhammad Ali, menyatakan pihaknya akan mulai menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk kapal patroli sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali saat jumpa pers di Mabes Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
Baca Juga: Uji B50 di Sektor Tambang Tunjukkan Performa Stabil, Dorong Kemandirian Energi Nasional
B50 sendiri merupakan bahan bakar nabati yang terdiri dari campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak kelapa sawit (CPO). Penggunaan bahan bakar ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis minyak mentah.
Menurut Ali, selain mendukung efisiensi energi, penggunaan B50 juga tetap mampu menunjang operasional kapal TNI AL yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk untuk patroli laut, pengiriman logistik, hingga pengerahan pasukan.
Ia menambahkan, implementasi penggunaan B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. Saat ini, sebagian kapal patroli masih menggunakan bahan bakar jenis B35.
Baca Juga: B50 Berlaku 1 Juli 2026, Negara Bisa Hemat Subsidi hingga Rp48 Triliun
"Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.
Meski ada upaya penghematan bahan bakar, Ali memastikan bahwa intensitas patroli laut tidak akan dikurangi. Langkah ini justru diharapkan dapat menjaga efektivitas operasional sekaligus meningkatkan kemandirian energi di lingkungan TNI AL.
(Sumber: Antara)
KRI Canopus-369 saat bersandar di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, Senin (13/04/2026) (ANTARA/HO-Humas TNI AL) (Antara)