Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 Gigawatt untuk Kurangi Impor BBM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 17:17
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan motivasi besar Indonesia dalam industri kendaraan listrik. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan motivasi besar Indonesia dalam industri kendaraan listrik. (Bakom)

Ntvnews.id,  Magelang - Presiden RI Prabowo Subianto menggenjot program elektrifikasi sebesar 100 gigawatt sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

Program ini mencakup peralihan dari pembangkit berbasis solar menjadi energi yang lebih bersih, termasuk rencana penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN.

“(Program Listrifikasi) 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam 2 tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan solar, menggunakan solar. Tidak,” kata Prabowo dalam pidatonya saat peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries (VKTR) di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026.

Menurut Prabowo, penutupan PLTD tersebut akan berdampak signifikan terhadap penghematan energi nasional.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor BBM dalam 2–3 Tahun

"Dengan itu kita akan menutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN akan kita tutup. Dari penutupan itu, kita akan menghemat 200 ribu barel sehari," imbuhnya.

Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel BBM per hari untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Pemerintah menilai program elektrifikasi ini akan memangkas impor BBM secara signifikan.

"Dengan kita menutup PLTD, kita langsung menghemat 20%. Dan nanti 100 gigawatt, kita juga akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali," kata Prabowo.

Baca Juga: Peneliti ITS Kembangkan “Benwit”, Bensin Berbahan Sawit Jadi Alternatif BBM

Presiden menegaskan, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah sehingga optimis mampu beralih ke energi bersih dan mandiri.

"Tahun depan kita akan membuat kejutan untuk seluruh dunia. Indonesia sedang bangkit. Raksasa ini sedang bangun," tutup Prabowo.

x|close