Ntvnews.id, Hanoi - Warga Vietnam berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara untuk mengikuti pemilihan umum anggota Majelis Nasional Vietnam yang digelar pada Minggu, 15 Maret 2026. Pemilu ini bertujuan memilih anggota lembaga legislatif tertinggi negara tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 16 Maret 2026, pemilu yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali di negara dengan sistem satu partai itu diikuti oleh lebih dari 73 juta pemilih. Mereka memberikan suara untuk menentukan 500 anggota Majelis Nasional serta perwakilan dewan daerah.
Menurut data dari Dewan Pemilihan Nasional Vietnam, sekitar 93 persen dari total 864 kandidat merupakan anggota Partai Komunis Vietnam. Sementara itu, sekitar 7,5 persen kandidat lainnya berstatus independen, menurun dibandingkan pemilu 2021 yang mencapai 8,5 persen.
Partai Komunis Vietnam sendiri telah memimpin negara Asia Tenggara yang berpenduduk sekitar 100 juta jiwa tersebut selama beberapa dekade tanpa kehadiran oposisi politik yang signifikan. Saat ini partai tersebut menguasai sekitar 97 persen kursi di parlemen.
Sebagian pemilih berharap anggota legislatif yang terpilih nantinya dapat melanjutkan agenda modernisasi negara, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat dan reformasi yang didorong oleh pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam.
Di ibu kota Hanoi, bendera merah-kuning terlihat menghiasi berbagai sudut kota ketika warga berdatangan ke tempat pemungutan suara untuk menyalurkan hak pilih mereka.
Baca Juga: Vietnam Tingkatkan Kewaspadaan Perbatasan Buntu Virus Nipah
“Saya berharap para pemimpin setelah pemilu ini akan membuat perubahan besar agar negara kita menjadi lebih baik,” kata Nguyen Thi Kim, 73 tahun, kepada Agence France-Presse (AFP) setelah memberikan suaranya.
Namun, di negara di mana banyak keputusan penting ditentukan oleh elite partai, sebagian warga menilai pemilu tidak memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan mereka.
“Saya tidak merasa siapa pun yang menang akan berdampak pada hidup saya,” ujar seorang warga Hanoi bernama Huyen.
Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam To Lam (dua kanan) beserta istrinya Ngo Phu'o'ng Ly tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (9/3/2025), disambut oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (Antara)
Sebagian besar tempat pemungutan suara dijadwalkan tutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Hasil resmi pemilu diperkirakan akan diumumkan pada 23 Maret, menurut Ketua Majelis Nasional, Tran Thanh Man.
Sidang pleno pertama parlemen yang baru dijadwalkan berlangsung pada awal April. Dalam sidang tersebut, para anggota parlemen diperkirakan akan menyetujui sejumlah pejabat tinggi negara yang telah dicalonkan oleh Partai Komunis, termasuk presiden dan perdana menteri.
Sebelumnya, Partai Komunis Vietnam telah menetapkan To Lam sebagai sekretaris jenderal partai—jabatan paling berpengaruh di negara itu dalam kongres partai yang digelar pada Januari lalu. Dalam kongres yang sama juga dipilih 19 anggota Politbiro sebagai badan pengambil keputusan tertinggi partai.
Baca Juga: OJK Sanksi Benny Tjokrosaputro, Diblacklist dari Pasar Modal Seumur Hidup
Setelah memberikan suara di Hanoi, Lam mengatakan pemilu tersebut bertujuan memilih figur yang memiliki integritas tinggi untuk melanjutkan pembangunan negara.
Sementara itu, seorang pemilih muda bernama Nguyen Kim Chi, 18 tahun, mengaku memilih kandidat dari kalangan generasi muda.
“Saya tahu posisi tertinggi sudah ditentukan sebelumnya, tetapi saya tetap berharap suara saya berarti,” ujarnya.
Bendera Vietnam (Istimewa)