Ntvnews.id, Jakarta - Teknologi otomotif Huawei kembali mencuri perhatian. Sistem Qiankun ADS memungkinkan pemilik kendaraan memindahkan mobil yang diparkir di Shenzhen, China, meskipun sang pemilik sedang berada di Vietnam.
Kisah ini dibagikan oleh blogger otomotif ternama asal China, Sun Jun, melalui platform media sosial Weibo, seperti dikutip dari CarNewsChina, Selasa (27/1/2026).
Dia menceritakan pengalaman seorang pemilik kendaraan dari Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) yang berhasil mengendalikan mobilnya dari luar negeri menggunakan fitur parkir jarak jauh.
Fitur canggih tersebut secara resmi dikenal sebagai VPD (Valet Parking Driver), yang merupakan bagian dari sistem Huawei Qiankun ADS.
Melalui aplikasi ponsel, pengguna dapat mengontrol kendaraan untuk berpindah tempat parkir secara otomatis atau memanggil mobil ke lokasi yang diinginkan tanpa pengemudi di dalamnya.
Tak hanya parkir otomatis, VPD juga mendukung berbagai skenario kompleks, seperti penggabungan jalur otomatis, penghindaran pejalan kaki, mundur untuk memberi jalan, hingga navigasi di sekitar rintangan dengan bentuk tidak beraturan.
Dalam kasus ini, pemilik kendaraan mencoba memindahkan mobilnya ke lokasi parkir lain karena alasan tertentu.
Hasilnya, mobil berhasil bergerak sendiri sejauh 12 meter dalam waktu 44 detik, lalu berhenti dengan rapi di tempat parkir baru di seberang jalan, meski pemilik dan mobil berada di dua negara berbeda.
Berdasarkan data resmi Huawei, hingga 15 Januari 2026, sistem Qiankun ADS telah mencatat total jarak tempuh bantuan mengemudi kumulatif mencapai 7,28 miliar kilometer.
Sepanjang tahun 2025, sistem ini berhasil mencegah 2,12 juta potensi risiko tabrakan, sementara fitur bantuan parkir telah digunakan lebih dari 330 juta kali.
Sebagai perbandingan, di China, rata-rata jarak tempuh sebelum terjadinya tabrakan serius pada kendaraan konvensional adalah 1,8 juta kilometer.
Namun, kendaraan yang dilengkapi Huawei Qiankun ADS menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam mode manual, jarak tempuh sebelum kecelakaan serius meningkat menjadi 4,9 juta kilometer (2,72 kali lebih aman).
Dalam mode mengemudi berbantuan, angka tersebut melonjak menjadi 6,44 juta kilometer, atau 3,58 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tak heran jika popularitas Qiankun ADS terus menanjak.
Hingga akhir September 2025, sistem ini menguasai hampir 28% pangsa pasar kendaraan dengan fitur bantuan navigasi perkotaan di China. Artinya, satu dari tiga mobil dengan teknologi tersebut telah menggunakan Qiankun ADS milik Huawei.
Ilustrasi. Sistem Huawei Qiankun ADS memungkinkan pemilik kendaraan memindahkan mobil yang diparkir di Shenzhen, China, meskipun sang pemilik sedang berada di Vietnam. (Foto: Istimewa via CarNewsChina)