Ntvnews.id, Jakarta - Popularitas Formula One terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini membuat banyak produsen otomotif dunia berlomba-lomba ikut ambil bagian dalam ajang balap paling prestisius tersebut.
Kini, seperti dikutip dari Carscoops, Kamis (12/3/2026), perhatian tertuju pada raksasa kendaraan listrik asal China, BYD, yang dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk terjun ke F1.
Sepanjang tahun ini, sejumlah nama besar telah mengumumkan keterlibatan mereka di F1. Ford Motor Company kembali ke lintasan melalui kerja sama powertrain dengan Red Bull Racing.
Sementara itu, Audi bersiap menurunkan tim pabrikan penuh, General Motors (GM) masuk lewat proyek tim Cadillac, dan Toyota Gazoo Racing menjalin kemitraan dengan Haas F1 Team.
Di tengah arus masuknya pabrikan besar tersebut, laporan dari Bloomberg menyebutkan BYD tengah mengevaluasi peluang untuk terlibat dalam berbagai ajang motorsport global, termasuk Formula One dan FIA World Endurance Championship.
Minat ini diyakini berkaitan dengan meningkatnya peran teknologi elektrifikasi pada era mesin turbo-hybrid 1,6 liter di F1.
Menurut sumber anonim, BYD memiliki dua opsi jika benar-benar ingin masuk F1, yakni membangun tim sendiri atau mengakuisisi tim yang sudah ada.
Baca Juga: 10 Mobil Terlaris Februari 2026: Dominasi Jepang Masih Kuat, BYD dan Jaecoo Mulai Menekan
Namun, mendirikan tim baru bukanlah hal mudah. Proses yang panjang dan kompleks sebelumnya juga dialami proyek tim Andretti sebelum akhirnya menyerahkan kendali kepada TWG Motorsports dan menggandeng General Motors sebagai mitra.
Karena itu, opsi yang lebih realistis bagi BYD adalah membeli tim yang sudah ada. Strategi ini sebelumnya dilakukan oleh Audi yang mengakuisisi 100 persen saham tim Sauber F1 Team dalam kesepakatan bernilai sekitar €600 juta atau hampir US$700 juta.
Jika skenario serupa terjadi, salah satu tim yang berpotensi menjadi target adalah Alpine F1 Team, yang saat ini dikabarkan tengah membuka peluang bagi investor baru.
Meski demikian, masuk ke F1 tetap membutuhkan komitmen finansial besar, dengan biaya operasional tim yang bisa mencapai lebih dari 500 juta dolar AS per musim.
Presiden Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), Mohammed Ben Sulayem, sebelumnya juga menyatakan keterbukaan terhadap kehadiran produsen otomotif asal China di F1.
Dia bahkan menyebut langkah berikutnya setelah kehadiran tim Amerika seperti Cadillac dan Haas F1 Team adalah menyambut pabrikan dari China.
Apabila BYD benar-benar masuk ke F1, langkah ini diperkirakan akan menjadi strategi pemasaran global yang kuat untuk memperluas pengaruh merek kendaraan listrik tersebut di pasar internasional.
BYD tertarik masuk Formula One (F1). (Foto: Istimewa/Carscoops)