DPR Minta Polisi Usut Penyiram Air Keras Aktivis KontraS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 17:10
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Andrie Yunus. Andrie Yunus. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta polisi segera mengusut tuntas pelaku dan dalang dibalik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis yang merupakan Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

Menurutnya, aksi teror terhadap aktivis seperti itu tidak baik bagi iklim demokrasi di Indonesia. Terlebih apabila motif kekerasan tersebut dilakukan karena berkaitan dengan aktivitas korban.

"Saya minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang di balik penyerangan ini, ungkap motifnya secara terang," ujar Sahroni, Jumat, 13 Maret 2026.

Senada, Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra menilai kasus tersebut harus diusut, lantaran menyerang keselamatan dari warga negara, serta tak perlu melihat latar belakang sebagai aktivis. Ia berkomitmen untuk mengawal kepolisian dalam mengusut kasus itu.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

"Polisi sebagai aparat negara, pelindung masyarakat, ya wajib untuk mengungkap ini seterang-terangnya dan menangkap si pelaku dan mengetahui motif di balik itu," tutur Soedeson.

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut bahwa Andrie Yunus diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) yang menyiramkan air keras hingga menyebabkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Peristiwa itu terjadi sesaat usai Andrie selesai melakukan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan judicial review UU TNI.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sekitar pukul 23.37 WIB korban tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan itu korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

x|close