DPR Dukung Korupsi yang Bikin Harga Obat Mahal Dibongkar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 16:12
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi obat. Ilustrasi obat. (Freepik)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meneken kerja sama bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar dugaan korupsi di sektor kesehatan, guna mengatasi harga obat di Indonesia yang mahal. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendukung langkah Menkes.

"Saya mendukung langkah Menkes untuk menekan harga obat supaya harga bisa murah. Termasuk menekan peluang terjadinya korupsi dengan membuat MoU dengan KPK. Kerja sama tersebut kalau bisa tidak hanya berupa penindakan tetapi yang juga lebih penting kerja sama dibidang pencegahan," ujar Yahya, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menilai salah faktor harga obat di Indonesia masih mahal karena 90 persen bahan baku obat di RI masih impor, terutama dari China dan India. Menurut Yahya, ketergantungan terhadap bahan baku impor sangat rentan dengan rantai pasok global.

"Jika harga dolar amerika naik maka harga bahan baku juga meningkat, sehingga berdampak terhadap harga obat di dalam negeri. Seperti sekarang, dengan adanya perang di Timur Tengah nilai tukar rupiah terus meningkat. Ini secara langsung akan berdampak terhadap harga bahan baku obat," papar dia.

Ia pun mendorong pemerintah membangun industri bahan baku obat di dalam negeri. Menurut Yahya, kerja sama pemerintah melalui Kemenkes dengan Kementerian Perindustrian, Kemensaintek Dikti, dan BRIN sangat diperlukan.

Baca Juga: Menkes: 338 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi

"Kita tidak boleh tergantung selamanya kepada bahan baku impor. Sudah saatnya dilakukan inovasi melalui riset dan pengembangan yang serius. Dan sudah saatnya ada rintisan ke arah itu. Kita harus menjadi bangsa yang mandiri di bidang obat-obatan dan bahan baku obat," jelas dia.

"Untuk menekan harga obat juga perlu diperhatikan pajak bahan baku obat impor tidak boleh tinggi bahkan kalau perlu ditekan sekecil mungkin untuk melindungi masyarakat," tandasnya.

x|close