BMKG Ungkap Penyebab Suhu Panas di Jateng Sampai 32,6 Derajat Celsius

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 20:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo. ANTARA/Dokumentasi Pribadi Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo. ANTARA/Dokumentasi Pribadi (Antara)

Ntvnews.id, 

Cilacap – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa suhu udara yang terasa panas di sejumlah wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, dipengaruhi oleh fenomena pergerakan semu Matahari yang secara bertahap bergerak menuju belahan bumi utara.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah tersebut pada Kamis, 12 Maret 2026 terpantau cerah dengan tutupan awan yang sangat minim.

"Berdasarkan pantauan citra satelit hingga pukul 14.00 WIB, tutupan awan sangat minim sehingga sinar Matahari langsung menyinari bumi tanpa penghalang dan menyebabkan cuaca terasa panas serta menyengat," katanya.

Ia mengatakan hasil pemantauan pada 12 Maret 2026 menunjukkan suhu udara maksimum di wilayah Cilacap mencapai sekitar 32,6 derajat Celcius.

Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Lebaran 2026 Didominasi Berawan dan Potensi Hujan

Namun demikian, menurutnya suhu tersebut masih tergolong normal apabila dibandingkan dengan data klimatologi selama 30 tahun terakhir.

Berdasarkan catatan klimatologi, suhu udara maksimum di wilayah Cilacap pada bulan Maret pernah mencapai 35,3 derajat Celcius yang tercatat pada tahun 2012.

"Suhu udara yang terjadi saat ini masih di kisaran 33 derajat Celcius, sehingga masih berada di bawah catatan suhu tertinggi pada tahun 2012 atau masih dalam kategori normal," katanya.

Ia juga memperkirakan suhu udara masih berpotensi meningkat seiring dengan pergerakan semu Matahari yang terus bergerak perlahan menuju belahan bumi utara.

Baca Juga: BMKG: Kemarau 9 Bulan Ancam NTB

Selain itu, kondisi angin di wilayah Cilacap saat ini didominasi bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 kilometer per jam.

Ia mengatakan berdasarkan catatan hingga 12 Maret 2026 di wilayah Cilacap dan sekitarnya telah terjadi tujuh hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

“Meskipun demikian kami memprakirakan potensi hujan masih dapat terjadi, meskipun untuk hari ini hingga besok kondisi cuaca cenderung cerah hingga berawan dengan suhu maksimum diperkirakan mencapai sekitar 33 derajat Celsius,” katanya.

(Sumber: Antara)

x|close