BMKG Prediksi Cuaca Lebaran 2026 Didominasi Berawan dan Potensi Hujan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 20:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani (kanan) bersama Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Berdasarkan pemantauan dan analisis BMKG sebanyak 325 zona musim (ZOM) atau 46,5 persen dari keseluruhan ZOM di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal dibanding normalnya yang diprediksi pada bulan April serta tahun ini diprediksi lebih kering. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani (kanan) bersama Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Berdasarkan pemantauan dan analisis BMKG sebanyak 325 zona musim (ZOM) atau 46,5 persen dari keseluruhan ZOM di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal dibanding normalnya yang diprediksi pada bulan April serta tahun ini diprediksi lebih kering. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca pada Hari Raya Idul Fitri 2026 di sejumlah wilayah Indonesia didominasi oleh kondisi berawan dengan potensi hujan lebat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan beberapa wilayah perlu mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi selama periode tersebut.

“Kalau hujan lebat, tadi sudah saya sebutkan di beberapa provinsi yang dapat kita perhatikan, tapi pada saat Lebaran diperkirakan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan lebat,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Faisal menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjelang Idul Fitri dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Cuaca Buruk Diduga Picu Kecelakaan Pesawat Pengangkut BBM di Krayan

Beberapa di antaranya adalah monsun Asia yang membawa lebih banyak uap air, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi munculnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

“Dengan demikian, di pekan kedua Maret ini ada potensi kenaikan curah hujan, tapi selanjutnya akan menurun,” ujar Faisal.

Ia juga mengingatkan adanya potensi curah hujan yang sangat tinggi di beberapa wilayah selama Maret, sehingga masyarakat di daerah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan,” kata dia.

Seiring dengan kondisi cuaca yang dinamis tersebut, BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi prakiraan cuaca guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur dan perayaan Idul Fitri.

Baca Juga: Libur Imlek 2026, BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Wilayah

"BMKG terus memperbarui informasi cuaca transportasi darat, laut, dan udara melalui System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) untuk penerbangan, Indonesia Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk pelayaran, serta Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat," ucapnya.

Selain melalui sistem tersebut, BMKG juga akan menyampaikan perkembangan informasi cuaca kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi resmi.

Faisal menyebutkan masyarakat dapat memantau informasi cuaca melalui laman resmi BMKG maupun media sosial resmi lembaga tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close