Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono Mundur dan Ajukan Pensiun Dini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Feb 2026, 18:16
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Daryono Daryono (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini.

Pengumuman tersebut disampaikan Daryono melalui pernyataan tertulis yang dibagikan dalam grup komunikasi informasi gempa media kebencanaan di Jakarta, Sabtu. Ia mengungkapkan bahwa saat ini tengah menjalani perawatan medis akibat gangguan mata berupa distrofi kornea dan mengambil cuti dinas sebelum memasuki masa pensiun dini.

Pengajuan pengunduran diri telah disampaikan secara resmi kepada pimpinan BMKG pada Jumat (13/2) malam. Dalam keterangannya, Daryono juga meminta agar media tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan. Meski demikian, ia menyebut hingga 1 Mei 2026 masih berstatus sebagai pegawai BMKG.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Laut Tinggi 11-14 Februari

Walau tak lagi menjabat, Daryono menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi dalam edukasi publik terkait kegempaan dan kebencanaan. Ia menyatakan akan terus berperan sebagai ahli dan edukator dengan menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, serta keselamatan masyarakat, setidaknya hingga memiliki afiliasi institusi baru yang kredibel.

Selama ini, Daryono dikenal luas sebagai figur utama dalam penyampaian informasi gempa bumi dan potensi tsunami kepada masyarakat, baik untuk kejadian di dalam negeri maupun mancanegara. Ia juga kerap membagikan analisis ilmiah kepada wartawan serta melalui berbagai kanal media sosial pribadinya.

Lahir di Semarang, 21 Februari 1971, Daryono merupakan alumnus Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993. Ia meraih gelar sarjana Meteorologi dan Geofisika dari Universitas Indonesia pada 2000, magister dari Universitas Udayana pada 2002, serta doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.

Kariernya di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai MKG Wilayah III Denpasar. Sejak 2005, ia aktif sebagai peneliti geofisika dan menduduki sejumlah posisi strategis sebelum akhirnya dipercaya menjabat Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada 2022.

x|close