BMKG: Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Jenis Megathrust

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 09:52
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Gempa bumi. Ilustrasi Gempa bumi. (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan kuat berkekuatan M6,4 menggoyang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat 6 Februari 2026 pukul 01.06.10 WIB.

Meski gempanya signifikan, lembaga tersebut memastikan bahwa kejadian ini tidak berpotensi memicu tsunami. Dalam pemutakhiran data, BMKG kemudian menetapkan bahwa magnitudo gempa tersebut berada pada angka M6,2.

Dalam keterangan resmi, BMKG mengungkapkan bahwa karakteristik gempanya sangat jelas menunjukkan sumber dari zona megathrust. Seperti dijelaskan langsung oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

“Gempa Pacitan ini jenis gempa Megathrust, yang tergambar dari mekanismenya berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal,” ujarnya yang dilansir pada Jumat, 6 Februari 2026.

Baca Juga: Prabowo Bertemu PM Australia, Ini Daftar Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi RI–Australia

Pusat gempa terdeteksi pada koordinat 8,98° LS – 111,18° BT, tepat di wilayah laut yang berada sekitar 89 km di tenggara Pacitan, Jawa Timur. Gempa tersebut memiliki kedalaman 58 km, yang menurut BMKG masuk kategori dangkal dan identik dengan proses subduksi lempeng.

Sesuai hasil analisis sumber mekanisme, BMKG memastikan bahwa pergerakan patahan yang terjadi merupakan thrust fault, ciri khas dari gempa megathrust yang bersumber di zona pertemuan lempeng.

Selain karakter sumber, BMKG juga mencatat persebaran intensitas guncangan di berbagai daerah. Getaran terkuat dirasakan di Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan intensitas IV MMI, yaitu getaran yang pada siang hari mampu dirasakan orang banyak di dalam rumah.

Baca Juga: 7 Warga Terluka dan 4 Bangunan Rusak di Bantul Akibat Gempa M 6,4 Guncang Pacitan

Guncangan skala III MMI, yang terasa seperti truk besar melintas, dialami masyarakat di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara.

Sementara itu, warga di Tuban dan Jepara merasakan getaran lebih ringan, yakni pada intensitas II MMI, yang biasanya hanya dirasakan beberapa orang dan tampak dari bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung. Pemodelan BMKG kembali menegaskan bahwa gempa ini tidak memicu tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang besar.

BMKG juga menyampaikan situasi kegempaan pascaguncangan utama. Hingga pukul 01.35 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan tanda-tanda adanya gempa susulan (aftershock). Lembaga itu tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, sambil mengikuti informasi dari sumber resmi yang kredibel.

x|close