Ntvnews.id, Jakarta - Gempa bumi yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari kembali menambah daftar korban di Kabupaten Bantul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melaporkan jumlah warga terdampak terus meningkat seiring berjalannya pendataan.
Hingga pukul 08.00 WIB, BPBD mencatat 12 korban luka serta 13 bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amirudin, menegaskan bahwa laporan terus mengalir dari masyarakat sejak dini hari.
"Identifikasi kami dan laporan masyarakat sampai jam 08.00 WIB ada dampak di bangunan dan manusia. 13 bangunan mengalami kerusakan, 7 unit, bangunan pemerintah dan masjid 2 bangunan. Jadi ada 13 bangunan,” ujarnya.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke Posisi 7.915, Rupiah Merosot Rp16.865 per Dolar AS
Kerusakan yang tercatat meliputi rumah warga sebanyak 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik, serta fasilitas kesehatan 1 titik. Titik-titik kerusakan tersebut tersebar di sembilan kapanewon: Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, dan Pajangan.
Seiring pendataan berlangsung, jumlah bangunan terdampak disebut masih dapat bertambah. Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo, menegaskan proses verifikasi terus dilakukan di lapangan.
"Data kerusakan bangunan rumah hingga fasilitas umum ini terus bertambah dan terus kita perbaharui datang,” ungkap Ribut.
Baca Juga: DJP Bongkar Dugaan Pelanggaran Pajak Tiga Wajib Pajak Industri Baja di Tangerang
Selain kerusakan fasilitas, jumlah korban luka juga terus bertambah dari laporan awal. Hingga pagi hari, total 12 orang dinyatakan mengalami luka-luka akibat kepanikan saat gempa terjadi. Banyak warga terbangun dan bergegas keluar rumah dalam gelap, sehingga tersandung atau menabrak benda keras.
"Karena itu jam tidur masyarakat, sehingga lari nabrak tembok sebagian seperti itu. Ada yang rawat jalan, ada yang rawat inap karena patah tulang,” tambahnya.
Beberapa korban sempat dirawat di rumah sakit sekitar Bantul. Pihak RSUD Panembahan Senopati menyampaikan bahwa pihaknya telah menangani sejumlah warga yang mengalami luka ringan. Saat ini terdapat 5 pasien menjalani rawat jalan dan 1 orang masih dalam observasi.
Ilustrasi gempa bumi (Antara)