15 Warga Luka-luka Akibat Gempa Pacitan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 12:16
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gempa bumi Magnitudo 6.4 mengguncang wilayah Pacitan Jawa Timur pada Jumat, 6 Februari 2026 dini hari. ANTARA/HO-Humas BMKG Yogyakarta Gempa bumi Magnitudo 6.4 mengguncang wilayah Pacitan Jawa Timur pada Jumat, 6 Februari 2026 dini hari. ANTARA/HO-Humas BMKG Yogyakarta (Antara)

Ntvnews.id, Bantul - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat jumlah korban luka akibat gempa bumi Magnitudo 6,4 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, bertambah menjadi 15 orang. Gempa tersebut terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 01.06.11 WIB dengan pusat gempa berjarak sekitar 89 kilometer di selatan Pacitan dan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD hingga pukul 09.30 WIB, seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

“Korban yang luka sudah dirawat di RSUD Panembahan Senopati, RS Saras Adyatma, RS Santa Elisabeth, RS PKU Muhammadiyah, RS Permata Husada, juga ada korban dari Kecamatan Piyungan yang dirawat di RSUD Prambanan,” katanya saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurut Mujahid, sebagian korban diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sementara korban dengan kondisi lebih serius masih harus menjalani perawatan intensif.

Baca Juga: Bertambah! BPBD Bantul Catat 13 Bangunan Rusak dan 12 Warga Terluka Akibat Gempa Pacitan

“Ada sebagian yang melakukan rawat jalan, ada korban yang karena patah tulang masih diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit,” ujarnya.

Selain korban luka, BPBD Bantul juga mencatat kerusakan bangunan akibat gempa mencapai 13 titik yang tersebar di 10 kapanewon. Kerusakan tersebut meliputi delapan rumah warga, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan. Mujahid menambahkan, berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hari ini tim BMKG ke BPBD untuk mendalami terkait potensi gempa susulan, apakah ada dampak terkait dengan Sesar Opak atau tidak. Kami imbau masyarakat tetap tenang, sambil update terkini BMKG. Jadi, masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga kewaspadaan,” katanya.

Baca Juga: BMKG: Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Jenis Megathrust

(Sumber: Antara) 

x|close