Gempa Guncang Konawe Selatan dan Kendari, Dipicu oleh Aktivitas Sesar.

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 14:54
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Titik gempa sesuai permodelan BMKG Kendari, Sulawesi Tenggara 2 Januari 2025. ANTARA/HO-BMKG Kendari Titik gempa sesuai permodelan BMKG Kendari, Sulawesi Tenggara 2 Januari 2025. ANTARA/HO-BMKG Kendari (Antara)

Ntvnews.id, Kendari - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dipicu oleh aktivitas sesar.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Irwan Slamet saat dihubungi di Kendari, Jumat, menjelaskan bahwa peristiwa gempa tersebut terjadi pada sekitar pukul 13.19 WITA.

"Wilayah Ranomeeto, Kabupaten Konsel diguncang gempa bumi tektonik," kata Irwan Slamet.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi tersebut memiliki magnitudo 1,6.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,05 Lintang Selatan (LS), 122,42 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada 41 kilometer Timur Laut Konsel, pada kedalaman 7 kilometer," ujarnya.

Baca Juga: BMKG Laporkan Aceh Diguncang 11 Gempa hingga Menjelang Siang

Irwan Slamet menjelaskan bahwa dengan memperhatikan posisi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi tergolong sebagai gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar Kendari Central.

Ia menambahkan, berdasarkan estimasi peta guncangan serta laporan masyarakat, gempa tersebut menimbulkan getaran di wilayah Ranomeeto, Konsel, dengan intensitas II MMI, yakni getaran yang dirasakan oleh beberapa orang serta menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ungkap Irwan Slamet.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga pukul 14.35 WITA, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan di wilayah tersebut.

Irwan Slamet menambahkan bahwa BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta memastikan informasi kebencanaan yang diterima hanya berasal dari media maupun kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. 

(Sumber: Antara)

x|close