Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai jajaran perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki kualitas dan kemampuan yang memadai untuk menempati posisi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF).
"Potensi dari perwira-perwira kita itu achieved (tercapai), dan pencapaian itu akan kita tunjukkan secara internasional," kata Sjafrie saat memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut dia, kesempatan tersebut dapat menjadi momentum bagi TNI untuk berperan lebih besar dalam upaya menjaga perdamaian dunia, terutama di tengah konflik yang terjadi di Gaza.
Namun demikian, Sjafrie mengaku belum mengetahui siapa perwira TNI yang akan ditunjuk untuk menduduki posisi Wakil Komandan ISF tersebut.
"Mau tanya siapa? Jangan dulu dong. Itu kan urusannya panglima TNI," kata Sjafrie.
Baca Juga: Menhan: Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Status Siaga Satu TNI
Sebelumnya, pengamat sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai penunjukan perwira TNI sebagai Wakil Komandan atau Deputy Commander ISF dapat menjadi jaminan terciptanya keamanan bagi masyarakat di Palestina, khususnya di Gaza.
"Bagi Palestina, kehadiran jenderal TNI di pucuk pimpinan ISF adalah sebuah 'garansi'," kata Fahmi saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta.
Ia menilai kehadiran perwira tinggi TNI pada posisi strategis tersebut dapat memastikan setiap misi yang dijalankan tetap selaras dengan tujuan utama operasi, yakni menciptakan perdamaian di Gaza.
Selain itu, posisi tersebut dinilai dapat membantu Indonesia dalam memastikan operasi yang berlangsung tidak merugikan atau mengabaikan hak-hak masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Kunjungi Mantan Panglima TNI Widodo AS Perkuat Silaturahmi dan Keteladanan
"Indonesia dapat mencegah tindakan yang merugikan rakyat sipil, serta memastikan transisi kekuasaan benar-benar diserahkan kepada pemerintahan teknokratik sipil Gaza yang merdeka, bukan dikendalikan oleh kepentingan faksi politik tertentu atau negara asing," jelas Fahmi.
Ia juga menambahkan bahwa penempatan perwira TNI di posisi tersebut menunjukkan meningkatnya posisi tawar Indonesia di tingkat internasional.
"Menempati posisi Deputy Commander berarti Indonesia tidak sekadar menjadi 'pasukan lapangan' yang menerima perintah, melainkan duduk di pucuk hierarki strategis yang ikut merumuskan dan mengendalikan arah operasi ISF," kata Fahmi.
(Sumber: Antara)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026) (ANTARA/Walda Marison) (Antara)