Hizbullah Tegaskan Akan Terus Lawan Israel, Sebut Konflik sebagai Pertahanan Eksistensial

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 14:13
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agensi/pri. Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya akan terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel. Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu 4 Maret 2026, ia menyebut konfrontasi tersebut sebagai bentuk “pertahanan eksistensial” bagi Hizbullah dan wilayah Lebanon.

Qassem mengatakan Hizbullah telah mematuhi perjanjian gencatan senjata yang disepakati dengan Israel.

Namun, ia menilai Israel tidak memenuhi ketentuan dalam kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Hizbullah Klaim Serang 3 Pangkalan Militer Israel dengan Roket dan Drone

Menurutnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tentara Lebanon mencatat lebih dari 10.000 pelanggaran sejak gencatan senjata mulai berlaku.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 500 orang dilaporkan tewas selama periode tersebut.

Meski begitu, Hizbullah memilih untuk tidak merespons serangan Israel sebelumnya agar tidak dianggap menghambat upaya diplomatik yang tengah dilakukan.

Qassem menjelaskan bahwa serangan roket terbaru yang diluncurkan kelompoknya merupakan respons terhadap agresi Israel dan Amerika Serikat serta pelanggaran yang terus terjadi selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Israel Gempur Lebanon, Hizbullah Jadi Sasaran di Pinggiran Beirut

Hizbullah juga menyatakan telah menembakkan sejumlah roket ke arah pangkalan militer Tel Hashomer di dekat Tel Aviv serta target militer di wilayah selatan Kota Haifa.

Sebelumnya, Hizbullah juga meluncurkan rudal ke wilayah Israel pada Senin, 2 Maret 2026, sebagai reaksi atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh Israel dan Amerika Serikat.

Menanggapi hal itu, Israel dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hizbullah dan mengirimkan pasukan darat ke wilayah Lebanon selatan.

(Sumber: Antara)

x|close