4 Hari Operasi, AS Rugi Hampir 2 Miliar Dollar Akibat Serangan Balasan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Amerika Serikat (AS) dilaporkan kehilangan hampir USD2 miliar atau sekitar Rp33 triliun dalam bentuk peralatan militer selama empat hari pertama operasi terhadap Iran sejak 28 Februari 2026. Estimasi tersebut dihimpun oleh media Turki, Anadolu Agency.

Kerugian terbesar disebut berasal dari sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik AS di Al Udeid Air Base, Qatar, dengan nilai sekitar USD1,1 miliar. Radar tersebut dilaporkan terkena rudal Iran pada Sabtu, dan otoritas Qatar mengonfirmasi adanya kerusakan.

Sehari kemudian, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle hilang akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Keenam awak pesawat berhasil selamat, tetapi pesawat-pesawat itu hancur. Biaya penggantian ketiganya diperkirakan mencapai USD282 juta.

Iran juga dilaporkan menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, hingga merusak dua terminal komunikasi satelit dan sejumlah bangunan utama. Terminal SATCOM yang menjadi sasaran diidentifikasi sebagai AN/GSC-52B, dengan estimasi nilai sekitar USD20 juta termasuk instalasi dan operasionalnya.

Baca Juga: 3 Tentara AS Tewas Akibat Serangan Iran, Trump: Amerika Akan Balas Kematian Mereka

Selain itu, Teheran mengklaim menghancurkan radar AN/TPY-2 yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD di Kota Industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab. Citra satelit menunjukkan adanya kerusakan di lokasi tersebut, dengan estimasi nilai radar sekitar USD500 juta.

Mengutip laporan Anadolu pada Rabu, 4 Maret 2026, total nilai aset militer AS yang terdampak diperkirakan mencapai USD1,902 miliar.

Pangkalan Militer AS Jadi Target

Ilustrasi - Negara Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Negara Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai, Teheran dilaporkan membidik sedikitnya tujuh fasilitas militer AS di Timur Tengah. Target tersebut mencakup markas Armada Kelima di Bahrain, Camp Arifjan, Ali Al Salem Air Base dan Camp Buehring di Kuwait, Pangkalan Erbil di Irak, Pelabuhan Jebel Ali di UEA, serta Al Udeid Air Base di Qatar.

Foto dari Kuwait menunjukkan kerusakan atap di Ali Al Salem Air Base setelah dugaan serangan Iran. Camp Arifjan dilaporkan menjadi lokasi tewasnya enam personel militer AS. Rekaman video yang beredar memperlihatkan drone melintas di atas Camp Buehring sebelum meledak di dalam area pangkalan.

Verifikasi oleh The New York Times menunjukkan Iran berulang kali menyerang instalasi militer di Bandara Internasional Erbil, Irak, tempat pasukan AS ditempatkan. Asap dan kobaran api terlihat di lokasi tersebut, dan citra satelit memperlihatkan empat bangunan rusak atau hancur.

Baca Juga: Presiden Ukraina Zelenskyy Dukung Amerika Serang Iran

Sementara itu, citra satelit Pelabuhan Jebel Ali di Dubai memperlihatkan asap dari bangunan besar di zona rekreasi Angkatan Laut AS. Meski bukan pangkalan resmi, pelabuhan ini termasuk yang paling sering digunakan oleh Angkatan Laut AS di kawasan.

Selain pangkalan militer, misi diplomatik AS di Arab Saudi, Kuwait, dan UEA juga menjadi sasaran.

Kedutaan Besar AS di Riyadh dilaporkan dihantam dua drone. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan terjadi “kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan” di kompleks tersebut. Laporan The Washington Post menyebut kantor CIA di dalam kompleks ikut terdampak.

Kedutaan Besar AS di Kuwait City juga diserang drone dan rudal, yang oleh pejabat setempat disebut sebagai serangan “brutal”. Asap terlihat mengepul di sekitar kompleks, meski rincian kerusakan belum diumumkan secara menyeluruh. Kedutaan tersebut ditutup sementara, dan staf non-esensial beserta keluarga telah dievakuasi.

Sementara itu, Konsulat Jenderal AS di Dubai dilaporkan terkena drone yang menghantam area parkir. Api yang muncul berhasil dipadamkan, dan tidak ada laporan kerusakan struktural besar.

x|close