Menteri PPPA Analisis Budaya Laki-laki Harus Kuat di Balik Tragedi Anak SD Akhiri Hidup di NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Feb 2026, 00:15
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi merespons tragedi bunuh diri yang menimpa seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Arifah menilai peristiwa tersebut dipicu oleh akumulasi tekanan psikologis yang dipendam korban karena tidak memiliki ruang untuk bercerita.

"Kalau menurut analisa kami, ini akumulasi ya, dari beberapa persoalan yang dihadapi si anak. Tapi si anak ini mungkin tidak punya tempat untuk bercerita," ucap Arifah, Sabtu 7 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung faktor budaya yang masih kuat di masyarakat, khususnya pandangan bahwa anak laki-laki harus selalu kuat dan tidak boleh menunjukkan emosi seperti menangis. 

Budaya tersebut dinilai dapat menekan kondisi psikologis anak.

Baca juga: Menteri Arifah Koordinasikan K/L Untuk Pastikan Perempuan Berdaya dalam Pemulihan Pascabencana

"masih ada di budaya kita laki-laki harus kuat, laki-laki nggak boleh cengeng, laki-laki nggak boleh nangis gitu ya. Jadi ini mungkin menjadi, mungkin ya, kita belum analisa nanti kalau sudah ada analisa yang lebih kuat kita akan sampaikan," lanjutnya.

Menurutnya kondisi ini semakin diperparah dengan kemiskinan. 

Kemudian anak tersebut berasal dari orang tua tunggal yang harus bekerja sepanjang hari demi menyambung hidup, komunikasi antara anak dan orang tua menjadi terhambat.

"Mungkin penyebab utama adalah kemiskinan sehingga orang tua tidak bisa mendampingi secara utuh. Orang tuanya single parent yang bekerja sepanjang hari, mungkin komunikasi juga tidak terjalin dengan baik," paparnya.

Baca juga: Arifah Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Keluarga Tanggapi Kasus Anak Bunuh Ibu

Arifah menekankan pentingnya penanganan kasus ini secara bersama-sama lintas sektor agar tragedi serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Ini harus diselesaikan bersama-sama lintas sektor supaya sebagai antisipasi supaya ini tidak terjadi lagi. Cukup sekali dan terakhir gitu," tandasnya.

x|close