Menteri PPPA: Bencana Alam Jadi Momentum Bersama Menjaga Lingkungan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 13:17
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menghadiri kegiatan doa bersama untuk korban bencana alam Sumatra di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. ANTARA/HO-KemenPPPA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menghadiri kegiatan doa bersama untuk korban bencana alam Sumatra di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. ANTARA/HO-KemenPPPA (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Men-PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan bahwa bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera menjadi momentum refleksi bersama untuk menjaga lingkungan dan memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

"Bencana alam menjadi momentum refleksi bersama untuk menjaga lingkungan dan memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Kita diingatkan untuk menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memulai dari diri sendiri," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Menteri Arifah Fauzi bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menghadiri doa bersama bagi para korban bencana alam di Sumatera yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: Dari Posko Pengungsian Sipirok, Menteri PPPA Bawa Harapan untuk Anak Korban Bencana

Menurut Arifah, kegiatan doa bersama tersebut menjadi sarana silaturahim sekaligus wujud empati dan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai momen penting untuk saling mengingatkan serta memperkuat kepedulian kolektif terhadap sesama.

"Mari kita doakan para korban bencana alam di Sumatera agar diberikan kekuatan dan ketabahan, serta bagi yang wafat semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Arifah Fauzi.

Dalam kesempatan itu, Arifah Fauzi juga menekankan peran strategis pesantren dalam menyiapkan generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki daya saing. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan di pesantren, mulai dari penerapan disiplin waktu, kesederhanaan hidup, hingga pembiasaan saling menghargai, merupakan pembelajaran penting yang menjadi bekal santri di masa depan.

Baca Juga: Menteri PPPA Kunjungi Medan Untuk Pastikan Penanganan Kasus Anak Sesuai UU SPPA

"Manfaatkan sebaik-baiknya proses ketika kalian berada di pesantren. Percayalah, manfaatnya akan terasa ketika kalian sudah lulus. Santri adalah masa depan bangsa yang memiliki kelebihan, karena nilai-nilai agamanya. Tetap semangat, karena kalian adalah masa depan bangsa. Santri punya kelebihan karena nilai-nilai agamanya," ucap Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dikenal sebagai salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pesantren ini berdiri sejak tahun 1975 dan memiliki fokus pada penguatan pendidikan keagamaan, penghafalan Al Quran, serta pembentukan karakter santri yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.

Selain mengintegrasikan pendidikan diniyah dan formal, Pondok Pesantren Sunan Pandanaran juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan penguatan moderasi beragama, sehingga berperan sebagai salah satu pusat pembinaan generasi muda yang berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

(Sumber: Antara) 

x|close