Menteri PPPA Pantau Penanganan Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 19:00
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (ketiga kiri) memperlihatkan sketsa gambar dirinya  hasil karya anak berkonflik hukum, di Medan, Sumatra Utara, Minggu (1/2/2026). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (ketiga kiri) memperlihatkan sketsa gambar dirinya hasil karya anak berkonflik hukum, di Medan, Sumatra Utara, Minggu (1/2/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi memantau langsung perkembangan penanganan perkara anak yang berhadapan dengan hukum dalam kasus pembunuhan terhadap ibu kandungnya di Kota Medan, Sumatra Utara.

Arifah Fauzi menjelaskan bahwa proses hukum perkara tersebut saat ini telah memasuki tahap pelimpahan berkas ke kejaksaan, meski belum dinyatakan lengkap.

"Saat ini berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan, tapi belum P-21, malah sempat P-19 karena jaksa minta polisi melakukan BAP (berita acara pemeriksaan) ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Medan, Sumatra Utara, Minggu, 1 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menemui langsung anak yang berstatus sebagai anak berkonflik dengan hukum (AKH) dalam kasus tersebut.

Dalam pertemuan itu, Menteri PPPA menerima sebuah sketsa bergambar dirinya yang dibuat oleh anak AKH. Anak tersebut menyerahkan langsung hasil karyanya kepada Menteri.

"Terima kasih. Nanti Ibu kasih bingkai deh. Kamu tanda tangan dulu ya di sketsanya," kata Arifah Fauzi.

Anak itu menuturkan bahwa sketsa tersebut dibuatnya selama dua hari menjelang kunjungan Menteri PPPA. Kunjungan ini juga tercatat sebagai pertemuan kedua Arifah Fauzi dengan anak tersebut sejak kasusnya terungkap ke publik.

Menteri PPPA memberikan apresiasi terhadap hasil gambar yang dibuat anak tersebut.

Baca juga: PBB: Anak-Anak Gaza Meninggal Akibat Dingin, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk

"Bagusan gambarnya. Cantik. Ini kayaknya wajah Bunda saat SMA. (Gambarnya) lengkap dengan pin-nya ya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Dalam dialog singkat itu, Menteri juga menanyakan rencana anak terhadap sketsa yang dibuatnya.

"Ini mau diwarnai, enggak?" tanya Menteri lagi, dan anak memilih untuk tidak mewarnainya karena menurutnya, gambar tersebut lebih baik tanpa warna.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Arifah Fauzi turut menyerahkan sejumlah buku serta perlengkapan mewarnai kepada anak sebagai bentuk dukungan.

Sebelumnya, seorang anak berusia 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar diduga membunuh ibu kandungnya berinisial F (42) di Kota Medan, Sumatra Utara. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 10 Desember 2025, saat korban sedang tertidur pada dini hari.

Anak tersebut diduga melakukan perbuatan tersebut karena merasa kesal terhadap ibunya yang kerap memarahi dirinya, kakak, serta ayahnya.

Polrestabes Medan telah menetapkan anak itu sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH) dalam perkara tersebut. Saat ini, anak ditempatkan di rumah aman sambil menunggu putusan pengadilan atas kasus yang menjeratnya.

(Sumber: Antara)

Sumber Antara

x|close