Badai Salju 50 cm Terjang AS, Penerbangan Lumpuh hingga Makan Korban Jiwa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 10:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Hujan Salju Hujan Salju (Twitter)

Ntvnews.id, Washington D.C - Badai musim dingin berkekuatan besar melanda Amerika Serikat dan memicu berbagai dampak serius, mulai dari pembatalan penerbangan massal, pemadaman listrik, hingga jatuhnya korban meninggal dunia.

Sepanjang akhir pekan, sistem badai tersebut bergerak meluas dari Texas sampai Maine. Hujan salju lebat menutup jalur-jalur utama, pasokan listrik terputus di sejumlah kota, dan ribuan jadwal penerbangan harus dibatalkan atau mengalami penundaan.

Di beberapa wilayah, aktivitas masyarakat nyaris terhenti sepenuhnya. Sedikitnya belasan orang dilaporkan tewas akibat cuaca ekstrem ini.

Dilansir dari BBC, Rabu, 28 Januari 2026, National Weather Service (NWS) mencatat kawasan timur laut Amerika Serikat diguyur salju lebih dari 20 inci atau sekitar 50 sentimeter hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Dampak badai juga merembet hingga Kanada, terutama di wilayah Ontario bagian selatan, yang turut mengalami gangguan aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Badai Salju Bikin Macet Sepanjang 15 KM di India

Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa ancaman cuaca buruk belum sepenuhnya berakhir. Sistem badai musim dingin lain diperkirakan berpotensi kembali menghantam wilayah timur AS pada akhir pekan mendatang.

Di Tennessee, lebih dari 200.000 warga masih mengalami pemadaman listrik hingga Senin siang. Suhu dingin yang ekstrem memperparah situasi, khususnya bagi mereka yang kehilangan penerangan serta sistem pemanas rumah.

"Banyak pohon tumbang dan kabel listrik menutup jalan," ujar Wakil Presiden Nashville Rescue Mission, Joy Flores.

Ia mengungkapkan bahwa pusat penampungan menerima lonjakan permintaan bantuan dari warga. Kondisi jalan yang licin juga menghambat mobilitas. Flores bahkan mengaku rumahnya sempat kehilangan pemanas dan akses internet.

Gambar ilustrasi tentang tabrakan beruntun di tengah cuaca bersalju yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. (Google Gemini) <b>(Antara)</b> Gambar ilustrasi tentang tabrakan beruntun di tengah cuaca bersalju yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. (Google Gemini) (Antara)

Kondisi serupa terjadi di New York City. Delapan orang dilaporkan meninggal dunia sejak Jumat hingga Senin pagi, saat suhu turun hingga di bawah 10 derajat Celsius. NWS mencatat, kawasan Central Park tertutup salju setebal 11,4 inci.

Korban jiwa juga tercatat di sejumlah negara bagian lain. Di Texas, seorang remaja perempuan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis akibat kecelakaan saat bermain seluncur salju, menurut keterangan Kepolisian Frisco.

Sementara itu di North Carolina, seorang pria ditemukan meninggal di pinggir jalan di Buncombe County. Pihak berwenang masih menyelidiki apakah kematian tersebut berkaitan langsung dengan cuaca ekstrem. Di Louisiana, Departemen Kesehatan melaporkan dua kasus kematian akibat hipotermia.

Baca Juga: Sejumlah Wilayah Arab Saudi Diselimuti Salju, Ini Penjelasan Para Pakar

Gubernur Massachusetts, Maura Healey, mengingatkan warganya bahwa kondisi darurat belum berakhir. Ia menyebut wilayahnya masih berpotensi menerima tambahan salju setebal satu hingga lima inci.

Dampak badai juga terasa signifikan di Kanada. Kota Ottawa dan wilayah Quebec menjadi area yang paling terdampak, ditandai dengan gangguan transportasi dan penutupan sejumlah sekolah. Bandara Toronto Pearson mencatat curah salju mencapai sekitar 46 sentimeter pada Minggu, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah bandara tersebut.

Menurut NWS, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut. Sistem badai musim dingin berikutnya berpotensi membawa suhu sangat dingin, hujan lebat, dan salju ke wilayah timur AS mulai Jumat mendatang. Namun demikian, jalur pasti badai serta wilayah yang akan menerima dampak terparah masih belum dapat dipastikan.

x|close