Ntvnews.id, Nuuk - Ibu kota Greenland, Nuuk, sempat dilanda pemadaman listrik skala besar akibat gangguan pada sistem transmisi yang dipicu angin kencang. Sekitar 20.000 warga terdampak peristiwa blackout tersebut.
Dilansir AFP, Senin, 26 Januari 2026, pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat di Nuuk, kota yang dihuni sekitar 20.000 penduduk dan sebagian besar pasokan energinya bergantung pada pembangkit listrik tenaga air.
Setelah mengalami pemadaman semalam, pasokan listrik di Nuuk kini telah sepenuhnya pulih. Warga kembali bisa menggunakan layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan pemanas.
"Seluruh kota sekarang memiliki listrik, air, dan pemanas lagi," ujar perusahaan utilitas milik negara, Nukissiorfiit, melalui unggahan di Facebook.
Baca Juga: Putin Tuduh Denmark Perlakukan Greenland Bak Koloni
Selain listrik, pemadaman tersebut juga berdampak pada akses internet. Lembaga pemantau jaringan NetBlocks mencatat adanya penurunan tajam konektivitas internet di Greenland, dengan dampak besar pada ibu kota Nuuk.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah Greenland membagikan brosur berisi imbauan kesiapsiagaan krisis kepada masyarakat. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali melontarkan ancaman untuk merebut wilayah otonom Denmark itu secara paksa.
Namun, Trump kemudian melunakkan pernyataannya usai bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Rabu lalu. Ia menyebut telah tercapai kesepakatan berupa kerangka kerja terkait pulau di kawasan Arktik tersebut.
Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. ANTARA/Anadolu/py (Antara)