Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi perbincangan luas di media sosial. Dalam video yang beredar, pria tersebut dinarasikan dalam kondisi mabuk dan disebut-sebut masuk ke rumah warga di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
Rekaman yang viral itu memperlihatkan seorang pria masih mengenakan seragam dinas putih tengah dikelilingi warga. Dalam video tersebut, warga terlihat menanyai pria itu karena sikapnya dianggap tidak biasa. Ia juga tampak berbicara tidak jelas hingga akhirnya tertidur di rumah salah satu warga.
Situasi tersebut sempat memunculkan dugaan dari warga sekitar bahwa pria tersebut berada di bawah pengaruh obat-obatan keras.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Bahari Jakarta, Mis'ari, memberikan klarifikasi terkait identitas dan kondisi pria dalam video itu. Ia menegaskan narasi yang menyebut ASN tersebut mabuk atau mengonsumsi obat terlarang tidak benar.
Mis'ari menjelaskan bahwa pria berinisial NS tersebut merupakan staf umum yang bertugas di Museum Bahari Jakarta. UP Museum Bahari Jakarta juga telah menelusuri peristiwa yang terjadi serta berkoordinasi langsung dengan pihak keluarga untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari NS.
Baca Juga: Soal Permintaan Maaf Rismon, Wapres Gibran: Ramadhan Waktu Tepat untuk Saling Memaafka
"Tadi malam saya sudah mendatangi rumah staf saya itu di kawasan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja. Berdasarkan keterangan keluarga, dalam satu bulan terakhir NS memang sedang menjalani rawat jalan di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Utara," kata Mis'ari dalam keterangan, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan penjelasan keluarga, khususnya dari istri NS, yang bersangkutan diketahui sedang mengalami kecemasan cukup intens dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, Mis'ari menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berkaitan dengan konsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang seperti yang beredar di media sosial.
"Informasi yang menyebutkan yang bersangkutan mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang itu tidak benar," ucapnya.
Ia juga menyayangkan munculnya berbagai unggahan di media sosial yang langsung menyimpulkan bahwa NS sedang mabuk akibat obat-obatan keras tanpa adanya verifikasi terlebih dahulu.
"Saya mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi serta memastikan kebenaran suatu peristiwa sebelum dipublikasikan," ajaknya.
Baca Juga: Soal Penyiraman Aktivis HAM, Menkok Kumham Imipas Yusril Beri Tanggapan
Menurut Mis'ari, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan atas suatu kejadian sebelum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak terkait.
"Saat ini yang bersangkutan memang sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang baik. Kami mohon doa dan dukungan agar yang bersangkutan dapat segera pulih," tuturnya.
Lebih lanjut, Mis'ari menuturkan bahwa selama bekerja di Museum Bahari Jakarta, NS dikenal sebagai pegawai yang menjalankan tugasnya dengan baik dan mampu berinteraksi positif dengan rekan kerja. Bahkan saat ini, NS diketahui turut terlibat dalam program pengembangan budi daya ikan yang sedang dijalankan di lingkungan museum.
"Selama di kantor tidak ada hal yang mencurigakan. Beliau tetap bekerja dan berinteraksi seperti biasa. NS sudah bergabung di Museum Bahari sejak November 2025," tandasnya.
Viral ASN Pemprov DKI Mabuk dan Masuk Rumah Warga (Twitter)