Kekeuh Ingin Greenland, Trump sebut Eropa Tanpa AS Saat Ini Berbahasa Jerman dan Jepang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 13:19
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)

Ntvnews.id, Davos - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa negara-negara Eropa saat ini akan menggunakan bahasa Jerman dan Jepang apabila Washington tidak memimpin pasukan Sekutu dalam memenangkan Perang Dunia II. T

rump memakai dalih sejarah tersebut untuk membenarkan langkahnya dalam mengupayakan kepemilikan Greenland.

"Setelah perang - yang kita menangkan, kita menang besar, tanpa kita, saat ini, kalian semua akan berbicara bahasa Jerman dan mungkin sedikit bahasa Jepang," kata Trump kepada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dilansir dari Anadolu, Kamis, 22 Januari 2026.

Dalam penjelasannya, Trump mempertahankan klaim atas Greenland dengan menyinggung kekalahan cepat Denmark selama perang. Ia menyebut ibu kota Denmark, Kopenhagen, jatuh ke tangan Jerman hanya dalam waktu enam jam pertempuran dan dinilai tidak memiliki kemampuan mempertahankan diri maupun wilayah Greenland.

Baca Juga: Trump Klaim Putin Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Trump juga mengatakan Washington 'terpaksa' mengirim pasukan untuk menjaga Greenland "dengan biaya dan pengeluaran yang besar,". Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat mendirikan pangkalan militer guna melindungi wilayah tersebut atas nama Denmark.

"Kami benar-benar mendirikan pangkalan di Greenland untuk Denmark. Kami berjuang untuk Denmark," katanya, sambil menegaskan bahwa AS juga bertindak untuk mencegah "musuh" memperoleh pijakan di Belahan Bumi Barat.

Greenland diketahui menarik perhatian Trump karena posisinya yang strategis di kawasan Arktik, kekayaan sumber daya mineral, serta kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Rusia dan Tiongkok.

Di sisi lain, Denmark dan Greenland menolak usulan pemindahan wilayah tersebut dan kembali menegaskan kedaulatan Denmark atas Greenland.

x|close