Gunungan Sampah Bantargebang Longsor, Pramono Ungkap Kronologi hingga 4 Orang Meninggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 11:40
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap kronologi peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat yang menewaskan empat orang. Insiden tragis tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di area Zona 4A dan diduga dipicu oleh hujan deras dengan durasi panjang.

"Akibat hujan lebat dan durasi panjang," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut berduka atas musibah yang menimpa para korban dalam kejadian longsornya gunungan sampah tersebut.

"Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya empat orang dalam peristiwa longsornya gunung sampah di Zona 4 TPST Bantargebang," ungkapnya.

Longsor terjadi di Zona 4A dan menyebabkan jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter tertutup material sampah. Tingginya tumpukan sampah ditambah curah hujan ekstrem memicu pergerakan atau sliding yang akhirnya menyebabkan longsoran besar.

Baca Juga: Pramono Sampaikan Duka, 4 Orang Meninggal Akibat Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang

Personel Basarnas saat melakukan evakuasi korban timbunan longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. <b>(Antara)</b> Personel Basarnas saat melakukan evakuasi korban timbunan longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Antara)

Akibat peristiwa tersebut, aktivitas di area terdampak langsung dihentikan sementara untuk menghindari risiko longsor susulan. Ia juga menjelaskan bahwa empat korban meninggal terdiri dari dua sopir, satu pedagang perempuan berusia sekitar 60 tahun, serta seorang pemulung perempuan.

Menurutnya, pedagang tersebut sebenarnya tidak berjualan tepat di lokasi tumpukan sampah, melainkan berada di tepi jalan dengan jarak tertentu dari area longsor. Namun, pergerakan longsoran sampah yang cukup besar akhirnya tetap mengenai korban.

"Empat orang yang meninggal dua orang sopir, satu orang memang jualan ibu-ibu yang berusia 60 tahun kemudian satu orang adalah pemulung, perempuan juga. Jadi dua laki-laki, dua perempuan," terangnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan korban yang merupakan pekerja PJLP dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, seluruh biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka-luka akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sebagai langkah mitigasi, operasional di Zona 4A TPST Bantargebang ditutup sementara. Pengiriman sampah dari Jakarta juga dikurangi dan dialihkan ke Zona 3, sambil menyiapkan dua titik baru untuk penataan ulang area pengelolaan sampah.

x|close