Ntvnews.id, Jakarta - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah perbatasan Bekasi dan Jakarta memicu bencana longsor di area Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, tepatnya di Zona IV, pada Minggu (8/3/2026).
Material sampah yang menumpuk tinggi dilaporkan runtuh dan menimbun sejumlah kendaraan pengangkut sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sedang berada di lokasi.
Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir milik warga yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat tumpukan sampah yang longsor menutupi sebuah truk yang diduga tengah mengantre untuk membuang muatan di kawasan TPST.
Selain kerusakan kendaraan, insiden ini juga diduga menelan korban jiwa. Beberapa orang yang berada di sekitar titik longsor, termasuk sopir truk dan pemulung, disebut-sebut tertimbun material sampah.
Baca Juga: MUI Terus Berikan Dukungan ke Pemerintah RI untuk Aktif Dorong Perdamaian Dunia
"Longsor di TPST Bantargebang yang sebelumnya juga longsor menimbun antrean truck, dan sudah dipastikan ada korban jiwa," ungkap seorang warga yang merekam insiden tersebut dalam video yang beredar luas.
Pemerintah Kota Bekasi pun memberikan penjelasan terkait kejadian ini setelah beredarnya berbagai informasi mengenai lokasi longsor. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi adanya peristiwa longsor tersebut.
Ia menjelaskan bahwa titik longsor berada di area pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di TPST Bantargebang, bukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang berada di bawah kewenangan Pemkot Bekasi.
"Itu TPST Bantar Gebang yang terkena longsor, bukan TPA Sumur Batu," tegas Kiswatiningsih saat memberikan keterangan resminya, Minggu (08/03/26).
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas gabungan juga masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban serta menghitung kerugian material akibat longsor di kawasan TPST Bantargebang.
Longsor Sampah di Bantar Gebang (Instagram)