GEKIRA Bentuk Resimen Ekologi, Tegaskan Komitmen Pemulihan Lingkungan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 13:43
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi dan Laurencus Pakpahan sebagai Komandan Nasional dalam seremoni di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat, 2 Maret 2026. Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi dan Laurencus Pakpahan sebagai Komandan Nasional dalam seremoni di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat, 2 Maret 2026. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA), menyatakan komitmennya dalam isu lingkungan dengan membentuk Resimen Ekologi GEKIRA. Badan semi-otonom ini dirancang sebagai satuan aksi yang berfokus pada pemulihan dan pelestarian lingkungan hidup.

Mandat kepemimpinan nasional diberikan langsung oleh Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, kepada Laurencus Pakpahan

 sebagai Komandan Nasional dalam seremoni di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat, pada Senin, 2 Maret 2026.

Pembentukan resimen ini disebut sebagai langkah strategis untuk menyatukan gerakan politik, moral, dan ekologis dalam satu arah perjuangan.

Nikson menegaskan bahwa GEKIRA memiliki tanggung jawab aktif dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia.

Ia menyebut tanggung jawab tersebut tidak hanya berdimensi politik, tetapi juga moral sebagai upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-18 Gerindra, GEKIRA Gelar Ibadah Syukur dan Tegaskan Politik Kasih untuk Bangsa

“Tantangan ini menuntut bukan sekadar kebijakan, melainkan gerakan kesadaran, sebuah transformasi paradigma yang memandang bumi bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai rumah bersama,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda Kristiani dalam merespons berbagai bencana alam melalui aksi nyata penyelamatan lingkungan.

Menurut Nikson, inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang konsisten mengedepankan kedaulatan energi, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan berbasis kepentingan rakyat.

Ketua Dewan Pembina PP GEKIRA yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam berbagai kesempatan turut menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan secara visioner dan berkelanjutan. Hal tersebut dinilai semakin menguatkan urgensi pembentukan Resimen Ekologi GEKIRA sebagai instrumen aksi konkret.

Sekretaris Jenderal PP GEKIRA, Yeremias Ndoen, menambahkan bahwa pembentukan resimen ini juga memiliki makna spiritual.

Baca Juga: Gekira Tanam 1 Juta Pohon, Bendum Dimpos Tampubolon: Kami Ikut Berperan Aktif Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

Ia menyebut Gereja universal menetapkan Tahun 2026 sebagai Tahun Yubelium Santo Fransiskus Asisi, yang dimaknai sebagai seruan iman untuk melakukan pertobatan ekologis dan merawat ciptaan dengan tanggung jawab.

“Resimen Ekologi GEKIRA adalah manifestasi komitmen kebangsaan dan panggilan moral sebagai orang Kristiani. Ini adalah jawaban atas visi kepemimpinan nasional sekaligus refleksi filosofis tentang tanggung jawab ekologis,” tegasnya.

Sementara itu, Laurencus Pakpahan memandang amanat yang diterimanya bukan sekadar simbolik, melainkan tugas besar yang memerlukan konsistensi dan langkah terukur. Ia menyatakan akan segera membentuk struktur organisasi hingga tingkat daerah agar gerakan tersebut memberi dampak nyata.

“Kami akan bergerak cepat dan terukur. Visi PP GEKIRA dan Bapak Hashim Djojohadikusumo untuk menanam satu juta pohon harus segera direalisasikan,” tandas Laurencus.

Dengan pembentukan Resimen Ekologi GEKIRA, organisasi ini menegaskan bahwa agenda pelestarian lingkungan menjadi bagian dari perjuangan kebangsaan sekaligus pengabdian terhadap kemanusiaan, dengan harapan pembangunan Indonesia berjalan selaras dengan keberlanjutan alam.

x|close