DKI Aktifkan Operasi Tanggap Darurat Tangani Longsor di TPST Bantargebang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mar 2026, 22:43
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat penanganan longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat penanganan longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk menangani longsor yang terjadi di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Langkah ini dilakukan guna menjamin keselamatan para petugas di lapangan, mengevakuasi korban, serta menstabilkan area terdampak agar aktivitas pengelolaan sampah dapat kembali berjalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan langkah tanggap darurat langsung diambil segera setelah laporan kejadian diterima.

“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.

Dalam penanganan insiden tersebut, DLH DKI Jakarta mengerahkan sejumlah personel dan berkoordinasi dengan berbagai instansi. Operasi penanganan dilakukan bersama sejumlah pihak, di antaranya Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang.

Peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Para korban yakni Sumini (60) yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi, Dedi Sutrisno selaku pengemudi truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, serta Endah Widayati (25) yang bekerja sebagai pemulung.

Selain korban meninggal, satu orang lainnya mengalami luka ringan. Korban bernama Slamet yang merupakan pengemudi truk dari Sudin LH Jakarta Selatan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Setelah menjalani penanganan, ia dilaporkan sudah diperbolehkan pulang.

Asep menjelaskan bahwa seluruh Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) yang menjadi korban meninggal dunia akan memperoleh santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP," kata dia.

Dalam proses penanganan di lokasi, tim gabungan juga melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terdampak longsor. Hingga saat ini, lima dari total tujuh truk yang tertimbun material longsor telah berhasil dievakuasi.

Untuk mempercepat proses tersebut, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator. Selain itu, dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi turut disiagakan. Seluruh personel bekerja secara bersamaan untuk membuka timbunan material longsor agar proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat.

(Sumber: Antara)

x|close