Prabowo: Dunia Penuh Ketegangan, Indonesia Tetap Pegang Prinsip Bebas Aktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 17:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Resmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco Prabowo Subianto Resmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa situasi global saat ini dipenuhi dinamika yang berisiko tinggi. Ia menyoroti berbagai konflik yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah, mulai dari perang di Ukraina hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Beberapa saat yang lalu, kita menyadari ada perang yang sangat besar, di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita ada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil, apa yang terjadi di satu kawasan, akan memengaruhi kawasan-kawasan yang lain,” ujar Prabowo, Senin, 9 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa sikap Indonesia dalam menghadapi situasi global tersebut sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, Indonesia tetap memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif serta tidak berpihak pada kekuatan negara mana pun.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatra

“Bangsa kita negara kita berada dalam jalur yang sudah benar, kita berada di jalur tidak memihak, kita selalu berada di jalur bebas aktif nonblok. Kita tidak ingin ikut blok manapun, kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara, itulah kita Indonesia,” tegas dia.

Prabowo juga menekankan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya diterapkan dalam kehidupan domestik, tetapi juga dalam hubungan Indonesia dengan negara lain.

Prabowo Subianto Resmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco  <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto Resmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco (Istimewa)

Menurutnya, Indonesia menjunjung tinggi penghormatan terhadap berbagai bangsa, agama, ras, dan kelompok etnis.

“Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis tapi kita bisa rukun, kalau ada saudara kita yang merasa kesulitan, seluruh bangsa turun,” ujar dia.

x|close