Ntvnews.id, Paris - Prancis mengajukan permintaan kepada aliansi NATO agar menggelar latihan militer di Greenland, di tengah bayang-bayang ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan keinginan untuk mengambil alih wilayah otonomi milik Denmark tersebut.
Dilansir dari Reuters, Kamis, 22 Januari 2026, pemerintah di Paris menegaskan kesiapan mereka untuk ikut serta sekaligus memberikan kontribusi dalam latihan militer NATO yang direncanakan berlangsung di Greenland.
Permintaan itu disampaikan melalui pernyataan resmi kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron, Pernyataan tersebut muncul menjelang kehadiran Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Trump diperkirakan akan memanfaatkan ajang Forum Ekonomi Dunia untuk kembali mendorong ambisinya mengakuisisi Greenland, meskipun langkah itu menuai penolakan dari sejumlah sekutu Eropa, termasuk Prancis. Ketegangan antara AS dan negara-negara Eropa terkait isu Greenland ini bahkan disebut sebagai keretakan paling serius dalam hubungan transatlantik selama beberapa dekade terakhir.
Baca Juga: NATO Klaim Aliansi Masih Aman Meski Trump Ancam Caplok Greenland
Dalam pidatonya di Davos pada Selasa, 20 Januari 2026, Macron menegaskan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada tekanan maupun ancaman.
"Prancis dan Eropa menjunjung tinggi kedaulatan nasional dan kemerdekaan, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan piagamnya," kata Macron dalam Forum Ekonomi Dunia, merujuk pada sikap Trump yang ingin menguasai Greenland serta mengajak para pemimpin dunia bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukannya.
Ia juga menekankan komitmen Eropa untuk memperkuat kemandiriannya. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk memiliki Eropa yang lebih kuat, jauh lebih kuat dan lebih otonom," ucap Macron, seperti dikutip AFP.
NATO (NATO)
Dalam kesempatan yang sama, Macron kembali menegaskan pandangannya terkait stabilitas global.
"Di sini, di pusat benua ini, kami meyakini bahwa kami membutuhkan lebih banyak pertumbuhan, kami membutuhkan lebih banyak stabilitas di dunia ini," ujarnya saat berpidato dengan mengenakan kacamata hitam aviator, tak lama setelah sebelumnya tampil di hadapan publik dengan kondisi mata merah.
Macron menambahkan bahwa pendekatan Eropa berbeda dengan politik tekanan.
"Tetapi kami lebih memilih rasa hormat daripada penindasan. Dan kami lebih memilih supremasi hukum daripada kebrutalan," tegasnya.
Baca Juga: NATO Mulai Bahas Penempatan Pasukan di Greenland
Pernyataan Presiden Prancis tersebut dipandang sebagai kritik tajam terhadap ancaman Trump, yang sebelumnya menyatakan akan memberlakukan tarif tinggi kepada negara-negara Eropa jika tidak mendukung langkah AS untuk mengambil alih Greenland.
Sejumlah pemimpin negara NATO, yang juga merupakan sekutu AS, telah memperingatkan bahwa ambisi Trump terkait Greenland berpotensi mengganggu soliditas aliansi militer tersebut. Trump sebelumnya juga sempat mengaitkan isu Greenland dengan kekecewaannya karena tidak memperoleh Nobel Perdamaian.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam sebuah konferensi pers saat Konferensi Tingkat Tinggu Dewan Eropa di Brussels, Belgia, pada 17 Oktober 2024. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe) (Antara)