Iran Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional Usai Kerusuhan Dua Pekan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 14:36
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Aksi protes di Iran. Anadolu/as. Ilustrasi - Aksi protes di Iran. Anadolu/as. (Antara)

Ntvnews.id, Tehran - Pemerintah Iran mengumumkan penetapan tiga hari berkabung nasional untuk para “martir” yang tewas dalam rangkaian protes yang terjadi belakangan ini. Kebijakan tersebut diumumkan pada Minggu, 11 Januari 2026, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi pemerintah.

Penetapan masa berkabung dilakukan seiring terus bertambahnya jumlah korban jiwa akibat kerusuhan berskala nasional yang telah berlangsung selama sekitar dua pekan. Pemerintah Iran menilai gejolak tersebut dipicu oleh campur tangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan sedikitnya 111 anggota pasukan keamanan Iran tewas dalam bentrokan sejak aksi unjuk rasa pecah. Protes tersebut dipicu oleh depresiasi tajam nilai tukar mata uang Iran, rial, serta kebijakan reformasi subsidi secara luas.

Baca Juga: Trump Pertimbangkan Opsi Lakukan Serangan ke Iran

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, pemerintah Iran pada Minggu, 11 Januari 2026, juga menyerukan pelaksanaan aksi unjuk rasa nasional untuk mendukung Republik Islam Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam wawancara televisi dengan stasiun televisi pemerintah IRIB pada Minggu, 11 Januari 2026, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintahannya siap menangani berbagai ketidakpuasan ekonomi yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tindakan anarkistis tidak akan dibiarkan.

Pezeshkian memperingatkan bahwa “para perusuh” tidak akan ditoleransi oleh negara.

Selain itu, ia memaparkan rencana pemerintah untuk menjalankan program reformasi subsidi berskala besar yang ditujukan untuk menstabilkan pasar, meningkatkan produksi nasional, serta memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus menyampaikan perkembangan terbaru dari pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga: DPR Iran Peringatkan AS dan Israel Jadi Target Sah Jika Lakukan Serangan Lebih Dulu

(Sumber: Antara) 

x|close