Diplomasi Sepekan Terakhir Perkuat Peran RI dalam Penyelesaian Konflik di Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 23:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pertemuan Board of Peace Pertemuan Board of Peace (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dalam sepekan terakhir, Indonesia secara konsisten melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina. Di panggung diplomasi, peran Indonesia semakin menguat.

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengungkapkan bahwa Indonesia sedang dalam proses transisi dalam politik global. Tak lagi hanya menyuarakan perdamaian, Indonesia sekarang berupaya aktif menciptakannya dengan langkah konkret.

Dimulai dari kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026. Kehadiran Prabowo membuka babak baru diplomasi Indonesia di tingkat global.

"Di forum yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat koordinasi stabilisasi Gaza ini, Indonesia langsung berkontribusi penuh dalam diskursus. Kehadiran Indonesia memastikan bahwa isu Gaza tidak tersingkir oleh hiruk-pikuk krisis global lain, serta meneguhkan bahwa penyelesaian konflik Palestina adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan," kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Februari 2026.

Konsistensi Indonesia dalam mendorong solusi dua negara untuk menciptakan perdamaian di Palestina kemudian juga ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga: Indonesia Sambut Baik Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace

"Di arena ini, Indonesia mengingatkan dunia bahwa tragedi kemanusiaan tidak boleh dinormalisasi, dan bahwa standar ganda dalam merespons pelanggaran hak asasi hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina. Sikap ini menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu suara moral terkuat dalam sistem internasional," papar Fahmi.

Perjuangan Indonesia di forum-forum multilateral semakin lengkap dengan pertemuan antara Sugiono dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela acara Sidang Dewan HAM PBB. Keterpaduan antara forum multilateral, advokasi moral, dan konsultasi langsung dengan Palestina memperlihatkan desain diplomasi Indonesia yang matang.

"Interaksi langsung ini berfungsi sebagai pengikat strategi, memastikan bahwa setiap langkah Indonesia di PBB selaras dengan kepentingan Palestina dan kebutuhan taktis di lapangan," Fahmi menjelaskan.

Lalu pada Rabu, 25 Februari 2026, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II dari Yordania.

Baca Juga: Dalam Semangat Ramadan, Indonesia–Yordania Perkuat Koordinasi Isu Palestina

Menurut Fahmi, Yordania memiliki posisi sentral dalam anatomi konflik Timur Tengah karena berbatasan langsung dengan Palestina dan mandat historisnya sebagai pemangku otoritas situs-situs suci di Yerusalem.

"Yordania jangkar stabilitas politik yang tidak tergantikan. Kesediaan Raja Abdullah II untuk mendukung langkah diplomasi Indonesia adalah sebuah penguatan legitimasi yang sangat signifikan," ucapnya.

Lebih lanjut, Fahmi menyebut bahwa orkestrasi diplomasi Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase baru dalam kepemimpinan internasional.

"Setiap langkah memperlihatkan keseriusan Indonesia untuk mengambil alih inisiatif penyelesaian konflik Palestina. Jika momentum ini dijaga, Indonesia berpotensi menjadi salah satu kontributor utama dalam mempercepat terwujudnya keadilan dan kemerdekaan penuh bagi bangsa Palestina," tutupnya.

x|close