Banjir Bandang Ubah Sungai Lokop Aceh Timur Jadi Lautan Pasir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 21:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Destinasi wisata Sungai Lokop berubah menjadi lapangan pasir pascabanjir bandang di Aceh Timur, Minggu, 4 Januari 2026. ANTARA/HO-Disparpora Aceh Timur Destinasi wisata Sungai Lokop berubah menjadi lapangan pasir pascabanjir bandang di Aceh Timur, Minggu, 4 Januari 2026. ANTARA/HO-Disparpora Aceh Timur (Antara)

Ntvnews.id, Banda Aceh - Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur menyebut destinasi wisata Sungai Lokop yang dulu menjadi daya tarik wisatawan, kini berubah menjadi lautan pasir akibat banjir bandang, Minggu, 4 Januari 2026.

Kepala Disparpora Kabupaten Aceh Timur Syahril mengatakan dampak banjir terhadap sektor pariwisata di daerah itu cukup luas dan signifikan.

"Berdasarkan kondisi terkini di lapangan, alur Sungai Lokop tidak lagi berada di jalur semula. Sungai yang sebelumnya menjadi destinasi wisata berubah menjadi lapangan pasir," ujar Syahril.

Ia menjelaskan, terjangan banjir bandang menyebabkan aliran sungai berpindah hingga kaki gunung, sehingga kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan kini tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata.

Baca Juga: Korban Meninggal Bencana Sumatera dan Aceh Capai 1.177 orang dan 148 Hilang

Selain itu, ikon wisata berupa titi gantung yang sebelumnya menjadi tempat favorit pengunjung juga telah hilang. Infrastruktur tersebut rusak dan hanyut akibat derasnya arus banjir bandang.

"Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 80 persen objek wisata di Aceh Timur terdampak dan mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, hingga berat," kata Syahril.

Kerusakan paling parah terjadi pada destinasi wisata pantai dan wisata alam di daerah aliran sungai, termasuk Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi. Sungai Lokop menjadi contoh nyata perubahan bentang alam akibat bencana. Dari destinasi unggulan dengan air jernih dan keindahan alam, kini berubah total dan membutuhkan penanganan serius untuk pemulihan.

Selain itu, kerusakan berat juga terjadi pada sejumlah objek wisata pantai. Di kawasan Matang Rayeuk, PP Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pantai dilaporkan rusak akibat banjir dan gelombang laut.

Baca Juga: BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh dan Sumatera

"Begitu juga di Pantai Leuge, selain pondok wisata yang rusak, juga terjadi abrasi besar yang mengakibatkan jalan terputus. Semua ini berdampak pada aktivitas masyarakat," ujar Syahril.

Abrasi di Pantai Leuge tidak hanya memengaruhi sektor pariwisata, tetapi juga mengganggu akses masyarakat dan wisatawan, sehingga aktivitas ekonomi warga sekitar ikut terdampak.

Syahril menekankan bahwa kerusakan parah akibat bencana ini menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Aceh Timur yang sebelumnya mulai menggeliat.

"Kami berharap melalui sinergi lintas sektor, objek-objek wisata yang terdampak bencana dapat kembali ditata dan bangkit, sehingga mampu menarik kembali minat wisatawan di masa mendatang," katanya.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close