Ntvnews.id, Aceh – Setelah sunyi selama sebulan, suara azan kembali menggema di Aceh. Warga di Serambi Makkah berbondong-bondong menunaikan salat Jumat pertama pada awal tahun, Jumat, 2 Januari 2026.
Kondisi ini jauh berbeda dengan akhir November lalu, saat banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan Aceh. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah dan jalan, tetapi juga melumpuhkan tempat ibadah. Masjid terendam lumpur, instalasi listrik rusak, dan pengeras suara mati total.
Merespons kondisi tersebut, PT PLN (Persero) hadir mempercepat pemulihan. Di sela tugas utama memulihkan sistem kelistrikan, tim PLN berinisiatif membersihkan sarana ibadah yang terdampak.
Sejak Selasa, 16 Desember 2025, PLN menerjunkan lebih dari 140 relawan dari seluruh Indonesia. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, mereka membersihkan material lumpur sekaligus memastikan keamanan instalasi listrik di rumah ibadah.
Baca Juga: PLN: 184 Desa di Aceh Tengah Sudah Kembali Nikmati Listrik
PLN menyalurkan bantuan paket sound system kepada masjid di Aceh. (PLN)
Baca Juga: Waspada Bahaya Kelistrikan, PLN Bagikan Langkah Awal yang Perlu Dilakukan Warga Saat Rumah Banjir
Berbekal sekop dan selang pemadam, tim PLN bahu-membahu bersama warga agar masjid dapat kembali menjadi pusat aktivitas keagamaan. Aksi ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah: Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.
Hingga saat ini, 15 masjid telah pulih sepenuhnya. "Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam; relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan Al-Qur'an, peralatan salat, paket sound system, hingga kubah masjid.
Kerinduan masyarakat untuk salat berjamaah kini terobati. Sulaiman, jemaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, mengungkapkan rasa syukurnya.
"Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan salat Jumat," ungkap Sulaiman.
Apresiasi senada datang dari Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah. Ia berterima kasih atas bantuan alat ibadah dan pemulihan fasilitas yang membuat masjid mereka kembali 'hidup'.
Warga di Serambi Makkah berbondong-bondong menunaikan salat Jumat pertama pada awal tahun, Jumat, 2 Januari 2026. (PLN)