Mendikdasmen Ungkap Sejumlah Sekolah Perlu Direlokasi Pascabencana di Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Des 2025, 19:45
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan pernyataan kepada pewarta seusai mengisi panel Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu 7 Desember 2025. ANTARA/Fajar Satriyo Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan pernyataan kepada pewarta seusai mengisi panel Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu 7 Desember 2025. ANTARA/Fajar Satriyo (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa beberapa sekolah di wilayah terdampak bencana di Sumatera kemungkinan besar harus dipindahkan karena berada di zona berisiko tinggi.

Menurut Abdul Mu'ti, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk melakukan pendataan menyeluruh terkait tingkat kerusakan sekolah, baik yang masuk kategori berat, sedang, maupun ringan.

"Beberapa yang kami kunjungi memang ada sekolah-sekolah yang dia tidak mungkin dipertahankan karena lokasinya di daerah yang berbahaya, tidak aman sehingga memang harus dibangun sekolah baru di lokasi yang baru," ujar Abdul Mu'ti seusai mengisi panel Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 7 Desember 2025.

Ia melanjutkan bahwa proses relokasi ini harus disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah.

"Tapi ini juga memang nanti harus koordinasi dengan kalau itu SMA, SLTA itu harus dengan pemerintah provinsi, kalau SD atau SMP dengan pemerintah kabupaten atau kota," imbuhnya.

Ketika ditanya mengenai jumlah pasti sekolah yang mengalami kerusakan, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa data yang ada masih harus diperbarui karena kondisi di lapangan terus berubah. Selain itu, ia menyampaikan bahwa mekanisme pembelajaran di wilayah terdampak sepenuhnya akan diatur oleh pemerintah daerah masing-masing.

Baca Juga: DPR Siapkan Pemanggilan Mendikdasmen untuk Bahas Pendidikan di Wilayah Bencana

Selama melakukan kunjungan ke sejumlah titik bencana, Abdul Mu'ti menemukan adanya beragam penyesuaian sistem belajar, mulai dari penggunaan model shift hingga pembelajaran daring.

"Untuk teknis di lapangan kami tidak membuat aturan nasional karena kondisinya sangat beragam sehingga kami serahkan hal ini pada pemerintah daerah khususnya pada dinas-dinas pendidikan di provinsi maupun kabupaten/kota," ungkapnya.

Berdasarkan laporan Kemendikdasmen per 1 Desember, total terdapat 1.009 sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana di Sumatera. Rinciannya yaitu 310 sekolah di Aceh, 385 di Sumatera Utara, dan 314 di Sumatera Barat.

Data Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merinci kondisi kerusakan tersebut. Di Aceh, terdapat 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM, dan 7 SLB yang terdampak. Sementara di Sumatera Utara, kerusakan mencakup 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB. Di Sumatera Barat, terdapat 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB yang ikut terkena dampak.

(Sumber: Antara)

TERKINI

3 Syarat dari Iran Jika Ingin Perang Berakhir, Apa Itu?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Jepang Mulai Lepas Cadangan Minyak

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:50 WIB

Trump Klaim Lagi Perang AS-Israel Melawan Iran Segera Berakhir

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:45 WIB

Penembakan Terjadi di Kampus AS, 2 Orang Terluka dan Pelaku Tewas

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:25 WIB

Antrean Panjang di Sejumlah Bandara AS, Ada Apa?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:15 WIB

Pasukan Quds Iran Bersumpah Terus Lawan AS-Israel

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:10 WIB

Trump Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Namun...

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 05:45 WIB
Load More
x|close