Eks Presiden Paraguay Santiago Ditahan atas Dugaan Korupsi Kolapsnya Bank

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Nov 2026, 02:08
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Paraguay Santiago Peña Presiden Paraguay Santiago Peña (Istimewa)

Ntvnews.id, Asuncion - Mantan Presiden Paraguay, Santiago Peña, ditetapkan menjalani penahanan preventif setelah terseret kasus dugaan tindak pidana terkait runtuhnya Ueno Bank. Perintah penahanan tersebut dikeluarkan pengadilan pada Sabtu, 7 November 2026.

Mengutip Anadolu, Hakim Humberto Otazú memutuskan Peña harus ditahan di markas Resimen Pengawal Presiden di Asunción, ibu kota Paraguay.

Keputusan itu keluar beberapa jam setelah Kejaksaan secara resmi menetapkan Peña sebagai terdakwa atas sejumlah dugaan tindak pidana. Tuduhan tersebut meliputi penyalahgunaan kepercayaan, pengayaan ilegal melalui transaksi untuk kepentingan pribadi, serta pemalsuan dokumen publik.

Sebelum kembali ke tahanan polisi militer, Peña menjalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Agung selama hampir tiga jam.

Peña sebelumnya ditangkap di kediaman pribadinya pada Jumat. Penangkapan tersebut sempat diwarnai pembubaran massa oleh polisi setelah sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di sekitar rumahnya. Setelah ditangkap, ia menghabiskan malam dalam pengawasan di markas Resimen Pengawal Presiden.

Baca Juga: Presiden Paraguay Mundur di Tengah Skandal Bank

Sehari sebelum penangkapan, Senat Paraguay menggelar persidangan yang berujung pada pencopotan Peña dari jabatannya. Ia dinilai melakukan “pelanggaran dalam jabatan” dan “buruk dalam menjalankan tugas” terkait penanganan krisis keuangan selama masa pemerintahannya.

Permasalahan keuangan tersebut bermula pada 3 November 2026, ketika Bank Sentral Paraguay (BCP) mengambil alih Ueno Bank akibat persoalan insolvensi serius yang dialami lembaga keuangan tersebut.

Runtuhnya Ueno Bank berdampak luas terhadap masyarakat Paraguay. Sebanyak 2,94 juta nasabah mengalami pembekuan simpanan, jumlah yang setara dengan hampir separuh populasi negara tersebut.

Dampaknya juga dirasakan sejumlah lembaga publik dan pengelola dana pensiun, termasuk Institut Jaminan Sosial yang berada di bawah pengelolaan negara. Krisis likuiditas tersebut memicu gelombang demonstrasi besar di Asunción sebelum akhirnya dibubarkan aparat kepolisian.

Dalam penyelidikan kasus ini, jaksa menduga pemerintahan Peña memberikan izin penempatan dana publik dalam jumlah besar di Ueno Bank. Penempatan tersebut diduga melampaui ambang batas aman sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Presiden baru Paraguay, Pedro Alliana, mulai menjalani hari kerja penuh pertamanya di kantor pada Sabtu. Sebelum menggantikan Peña, Alliana merupakan wakil presiden sekaligus rekan politiknya di Partai Colorado yang saat ini berkuasa.

Pemerintahan Alliana kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kondisi keuangan negara dan kepercayaan masyarakat. Salah satu tuntutan utama yang harus dipenuhi adalah janji pengembalian seluruh dana milik nasabah yang terdampak kolapsnya Ueno Bank.