Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Pramono: Ikut Keputusan Pemerintah Pusat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 12:27
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Rencana konser penyanyi dunia Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026 mendatang menjadi perhatian publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait penyelenggaraan konser tersebut.

Pramono menyebut, konser Andrea Bocelli memang merupakan rangkaian kegiatan yang digelar di dua lokasi berbeda, yakni Candi Borobudur dan Jakarta. Jelasnya, penyelenggaraan konser di DKI telah melalui proses perizinan yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga: Andrea Bocelli Konser Megah di Candi Borobudur

"Konser Andrea Bocelli ini ada dua kegiatan, yang satu di Borobudur, yang satu di Jakarta," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 2 November 2026.

Menurutnya, promotor konser telah mengantongi izin dari berbagai instansi pemerintah maupun pihak pengelola tempat acara.

"Promotor telah mengantongi izin dan izinnya dari kementerian, dari Kementerian Pariwisata, Kepolisian RI, kemudian Kebudayaan, Imigrasi, dan pengelola venue," imbuhnya.

Pramono juga mengungkapkan bahwa dirinya selama ini tidak banyak memberikan pernyataan mengenai konser Andrea Bocelli. Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan menghormati keputusan pemerintah pusat setelah persoalan tersebut menjadi perhatian publik.

Penyanyi kelas dunia asal Italia, Andrea Bocelli, sukses memukau ribuan penonton dalam konser megahnya yang dihelat di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. <b>(ANTARA)</b> Penyanyi kelas dunia asal Italia, Andrea Bocelli, sukses memukau ribuan penonton dalam konser megahnya yang dihelat di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. (ANTARA)

"Saya sendiri terus terang kalau Saudara-saudara perhatikan, saya hampir enggak pernah memberikan statement tentang konser ini, sama sekali enggak pernah. Dan ketika sudah mulai muncul di ruang publik, tentunya Pemerintah DKI Jakarta mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat," katanya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli (MTZ) memintaPramono Anung mempertimbangkan kembali penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026.

Permintaan tersebut muncul setelah adanya informasi mengenai rekam jejak Andrea Bocelli yang dipersoalkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan penyanyi tenor asal Italia itu dalam kegiatan penggalangan dana yang disebut mendukung militer Israel.

Baca Juga: Promotor Pastikan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Taufik menilai, informasi tersebut perlu ditelaah secara cermat sebelum pemerintah mengambil sikap. Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara hati-hati agar keputusan yang diambil didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Mengingat jadwal konser Andrea Bocelli di Jakarta semakin dekat, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI memberikan penjelasan secara tertulis.

Jawaban tersebut diminta paling lambat pada 2 November 2026, atau sehari sebelum konser dijadwalkan berlangsung. Fraksi PKS menyebut, penjelasan dari pemerintah daerah diperlukan sebagai bahan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme pengawasan DPRD.