Ntvnews.id, Jakarta - BPBD Kabupaten Tangerang, Banten, mengimbau masyarakat di wilayah pesisir utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada akhir Oktober 2026. Ancaman tersebut diperkirakan berkaitan dengan pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan baru.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, meminta warga melakukan langkah antisipasi, termasuk mengadakan ronda secara bergantian untuk memantau kenaikan permukaan air.
"Oleh karena itu imbauan kami, diadakan semacam ronda, artinya bergantian, tanggung jawab bersama. Karena kan air kita tidak tahu ketinggiannya sampai sejauh mana. Tetap harus ada antisipasi, bagaimana kalau ini terjadi rob lebih tinggi, jadi tetap harus ada ronda," ujar Achmad Taufik di Tangerang, Selasa.
Menurut Achmad, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa potensi rob dipengaruhi kondisi pasang maksimum air laut yang berlangsung bersamaan dengan fase bulan baru.
Sementara itu, sistem pemantauan banjir rob DKI Jakarta memprediksi potensi kenaikan air laut di sejumlah kawasan pesisir pada 25–31 Oktober 2026. Meski demikian, waktu dan ketinggian rob di wilayah Tangerang masih terus dipantau melalui koordinasi dengan BMKG.
Achmad mengatakan banjir rob merupakan fenomena yang berulang setiap tahun di kawasan pesisir. Karena itu, BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan personel dan logistik untuk menghadapi kemungkinan dampak yang ditimbulkan.
Ia mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana di lapangan. Namun, kesiapan sumber daya manusia dan logistik tetap diupayakan agar pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat berjalan optimal.
BPBD juga mengingatkan bahwa kondisi rob di Tangerang belum tentu sama dengan Jakarta. Perbedaan posisi daratan dan karakteristik wilayah pesisir dapat memengaruhi waktu serta ketinggian air yang terjadi.
Berdasarkan pemetaan dan kajian risiko bencana BPBD Kabupaten Tangerang, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Mauk, dan Kronjo. Kawasan permukiman yang berada dekat garis pantai menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian.
Masyarakat di kawasan tersebut diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kenaikan air laut.
Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Berlangsung Desember 2026 hingga Februari 2027
(Sumber: Antara)
Dok-Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik memberikan keterangan resmi terkait potensi kebencanaan kepada awak media di Tangerang, Banten. (Antara)