Ntvnews.id, Gaza - Sedikitnya enam warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan Israel di sejumlah wilayah Gaza.
Serangan tersebut menjadi laporan terbaru terkait dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober lalu.
Di Gaza utara, sebuah drone Israel dilaporkan menyerang keluarga pengungsi di Kamp Halawa, sebelah timur Jabalia.
“Serangan tersebut menewaskan dua warga Palestina dan melukai delapan lainnya,” kata seorang sumber medis, dikutip dari Anadolu, Kamis, 1 Oktober 2026.
Para korban yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke fasilitas medis lapangan di Al-Shifa dan Al-Saraya untuk mendapatkan penanganan.
Baca Juga: Board of Peace Ajukan Dana Rp43,9 Triliun untuk Pemulihan Gaza, Siapkan 66 Proyek
Serangan drone Israel lainnya menyasar atap sebuah bangunan hunian di Jalan Al-Nafaq, kawasan Al-Tuffah, Kota Gaza. Insiden tersebut menyebabkan satu warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka.
Sehari sebelumnya, Selasa, tenaga medis Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi menerima dua jenazah warga Palestina beserta sejumlah korban luka, termasuk anak-anak. Mereka menjadi korban setelah serangan Israel menghantam sebuah apartemen di kawasan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.
Pembongkaran Bangunan di Gaza
Saksi mata menyebut sebuah munisi loitering milik Israel menyerang kawasan Al-Nasr setelah terlebih dahulu berputar di udara. Serangan itu menghancurkan sebuah rumah dan menyebabkan kebakaran.
Sumber-sumber lokal menyebut dua korban tewas dalam serangan tersebut adalah Izz al-Din al-Beik dan Muhannad Abu Foul.
Sementara itu, di Gaza tengah, seorang warga Palestina tewas akibat tembakan Israel di Jalan Salah al-Din, sebelah timur Deir al-Balah. Warga lainnya berada dalam kondisi kritis setelah terluka di sekitar Klinik Al-Fakhoura di Kamp Jabalia.
Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan (Antara)
Di Gaza selatan, seorang warga Palestina bernama Rania Saada meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah pasukan Israel menembaki tenda-tenda pengungsi di Al-Mawasi, Rafah.
Saksi juga melaporkan adanya pembongkaran bangunan dalam skala besar oleh militer Israel terhadap sejumlah bangunan yang berada di wilayah di bawah kendalinya di sebelah timur Deir al-Balah.
Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa menyatakan, pelanggaran terhadap gencatan senjata yang dilakukan Israel sejak Oktober lalu telah menyebabkan 1.422 warga Palestina tewas dan 4.996 lainnya mengalami luka-luka.
Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023, lebih dari 74 ribu warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 175 ribu lainnya terluka. Sementara itu, sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza disebut mengalami kerusakan maupun kehancuran.
Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan (Antara)